spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Safari di 5 Kabupaten/Kota, Irwan Bawa Sejumlah Program Infrastruktur 

MEDIAKALTIM – Sebelas hari sudah Anggota Komisi V DPR RI, Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim, Irwan, melakukan safari di Bumi Etam membawa sejumlah program serta menyerap aspirasi masyarakat lebih dari 40 titik di 5 Kabupaten/Kota.

Dalam perjalanan resesnya, Irwan meresmikan dua rumah susun yakni Stikes Mutiara Mahakam, dan Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kaltim. Ia juga meresmikan dan meninjau sejumlah rehabilitasi sekolah. Memang ujarnya, pembangunan infrastruktur pendidikan menjadi fokus Komisi V dan mitra kerjanya Kementerian PUPR, untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Di Kaltim, melalui aspirasinya, ia telah dan akan membangun dua rumuh susun setiap tahunnya. Sedangkan untuk rehabilitasi sekolah, akan ada 11 sekolah yang akan di rehab dengan skema tahun jamak tahun 2022-2023.

Meskipun ada intervensi dari APBN melalui Komisi V DPR RI, masih ada keterbatasan dalam pengalokasian anggarannya untuk se-Kaltim. Sedangkan hasil tinjauannya dilapangan, masih banyak sekolah yang dalam kondisi memprihatinkan.

Sehingga ia mendorong Pemerintah Daerah, tak tutup mata melihat kondisi infrastruktur pendidikan yang butuh banyak sentuhan.

“Seperti tahun ini ada 11 sekolah se-Kaltim. Kalau 10 kabupaten/kota bingung membaginya. Inilah yang sebenarnya menunjukan infrastruktur pendidikan di Kaltim masih tertinggal. Harus ada reorientasi Pemda dalam prioritas pembangunan. Sudahlah yang seremoni dikurangi. Ini penting nih, 20 persen harus fokus infrastruktur pendidikan,” jelasnya.

Berikut adalah 11 Sekolah yang mendapatkan program rehabilitasi dan renovasi prasana sekolah:

  • SDN 015 Kota Samarinda
  • SDN 006 Kota Bangun, Kukar
  • SDN 017 Kota Bangun, Kukar
  • SDN 015 Sebulu, Kukar.
  • SDN 022 Muara Badak, Kukar
  • SDN 013 Anggana, Kukar
  • SDN 032 Samboja, Kukar
  • SDN 020 Pase Belengkong, Kukar
  • SMPN 1 Muara Samu, Paser
  • SDN 013 Sangkulirang, Kutim
  • SDN 004 Muara Panu, Kubar

Untuk Konektifitas dan Akselerasi Pembangunan Serta Perekonomian

Dalam reses masa sidang pertama ini, Ketua DPD Demokrat Kaltim ini juga meresmikan dua jembatan gantung di Kecamatan Anggana Kutai Kartanegara, dan di Kecamatan Tanah Grogot, Paser. Ia menyatakan, pembangunan jembatan gantung tersebut sangat penting sebagai akses penghubung desa yang sudah lama terisolir.  Dengan terbukanya akses menuju desa, ia meyakini akan mengakselerasi pembangunan sebuah desa dan mempercepat roda perekonomian.

BACA JUGA :  Kadir Tappa Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan, Penting dalam Kehidupan Bernegara

Salah satu desa yang menurutnya butuh untuk dibangun jembatan permanen, adalah Desa Uko di Muara Komam, Paser. Selama ini warga setempat harus menggunakan jembatan kayu yang sudah tak layak karena sangat membahayakan pengguna jembatan.

Dengan adanya jembatan primer yang menghubungkan enam desa ke jalan nasional Kaltim- Kalsel, ia meyakini desa-desa disana akan berkembang dan tak tertinggal.

“Artinya sangat dirugikan dengan jembatan begini, truk tidak bisa masuk bagaimana mengangkat material logistik dan sangat membahayakan keselamatan. Saya pikir segera dibuatkan permanen. Terserah mau dari APBD atau APBN tetapi dengan membuat jembatan permanen akan membuka terisoliran 6 desa di sini. Mudahan tahun depan terwujud kita akan cari sumber pendanaannya,” terangnya.

Selanjutnya Irwan juga meresmikan halte sungai di Desa Senaken, Paser. Selain untuk menghubungkan sejumlah desa melalui jalur sungai, hadirnya halte sungai dikatakannya dapat pula terintegrasi dengan wisata. Tinggal bagaimana pemerintah daerah mengoptimalkan potensi-potensi lainnya.

Apalagi ungkapnya, lokasi halte sungai Desa Senaken sangat strategis, karena dekat dengan terminal angkutan dan pasar.

Dirinyapun menyebut dengan hadirnya halte sungai diharapkan memberikan manfaat bagi Pemkab Paser, khususnya masyarakat dalam hal moda transportasi.

“Misal dari pesisir ke ibukota (pusat kota kabupaten). Apalagi akses darat belum begitu optimal,” kata Irwan “Fecho” saat peresmiaan halte sungai di Desa Senaken Kecamatan Tanah Grogot.

Infrastruktur Pertanian Sangat Dibutuhkan

BACA JUGA :  Wagub Kaltim Buka MTQ ke-42, Ajak Peserta Berlomba Secara Sportif

Irwan juga menyambangi sejumlah lahan pertanian di Kukar dan Paser. Dalam tinjauannya, ia menyatakan sudah ada beberapa program yang telah ia alokasikan yakni Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air lrigasi (P3-TGAI) dan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Program tersebut ujarnya sangat dibutuhkan petani untuk pembenahan sistem irigasi, dan juga pembangunan jalan usaha tani.

“Sawah-sawah ini harus diatur airnya, agar tidak kekeringan atau malah terendam banjir. Seperti di Anggana, bila air pasang maka akan tergenang. Jadi harus diatur airnya dan akan kita bangun tanggul,” ucapnya.

“Dan jalan usaha tani ini harus diperhatikan juga, bagaimana mau mengangkut hasil panes kalau kondisinya rusak, motor saja lewat tidak bisa. Dan ini bisa kita alokasikan melalui program PISEW,” sambungnya.

Selain itu ia juga menilai bahwa pertanian di Kaltim masih butuh alat- alat pertanian yang modern. Mulai dari pembajak sawah hingga mesin pemanen, untuk memudahkan kerja para petani yang di dominasi oleh warga yang telah berumur.

Rumah Layak Huni dan Sanitasi Desa

Irwan juga membawa program padat karya seperti pembangunan rumah layak huni melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Warga yang tinggal di hunian yang sudah tak layak, akan diberikan bantuan secara stimulan sebesar Rp20 juta per unit rumah. Dana tersebut dapat digunakan untuk membeli bahan bangunan Rp 17,5 juta dan sisanya untuk upah tukang.

Sementara Sanitasi Desa (Sandes) merupakan  program yang bertujuan untuk mencipatakan pola hidup sehat dan bersih. Program padat karya ini adalah pembangunan toilet untuk membenahi sanitasi, dan juga untuk pencegahan stunting.

BACA JUGA :  Perpustakaan Kaltim Surganya Pecinta Buku, Sajikan Koleksi Lebih dari 45 Ribu Judul Buku

“Per desa biasanya minimal 20 unit rumah, dan ini rutin kita kasih setiap tahunnya. Begitu juga dengan Sandes, minimal setiap desa ada 20 WC,” terangnya.

Rekap bsps :

  • 2020 : 2.500 rumah (17,5 jt per rumah)
  • 2021 : 1.230 rumah (20 jt per rumah)
  • 2022 : 2.000 rumah (20 jt per rumah)
  • 2023 : 2.250 rumah (20 jt per rumah)

Infrstruktur Pemenuhan Kebutuhan Air Baku

Dalam lawatannya ke Balikpapan, Irwan meresmikan Pembangunan Sumur Bor dan Hidran di Kecamatan Balikpapan Tengah. Irwan, menerangkan, pembangunan sumur bor di Balikpapan Tengah itu merupakan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Ia menerangkan bahwa pembangunan difokuskan untuk pencegahan kebakaran dan juga penyelesaian kebutuhan air bersih masyarakat. Musabab,meski berada di perkotaan menurutnya masih banyak kawasan yang berstatus kumuh. Sayangya, program Kotaku tidak lagi ada tahun ini sebagai upaya mengurangi kawasan yang masih memiliki skor kumuh.

“Tapi tidak masalah, kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian untuk mencari program penataan kawasan yang lain, mungkin saja anggaran bisa lebih besar. Yang penting, kita bisa mengurangi tingkat kekumuhan di Kabupaten/kota di Kaltim,” terangnya.

Memang ujarnya, persoalan Kota Balikpapan adalah pemenuhan kebutuhan air bersih. Sebagai upaya pengentasan masalah tersebut adalah pembangunan bendungan Sepaku-Semoy.

“Permasalahan Balikpapan itu ‘kan salah satunya air bersih. Makanya kita dorong waktu itu, belum ada IKN ya, tahun 2020 itu langsung melanjutkan program pembangunan Sepaku- Semoi untuk suplai kebutuhan air baku di Balikpapan,” urainya.

Ia juga menyambangi progres pembangunan Bendungan Marangkayu, Kukar. Bendungan ini telah mangkrak sejak 2007 karena terkendala pada persoalan sosial. Padahal menurutnya, selain dapat mengatasi persoalan irigasi untuk pertanian di Marangkayu, Bendungan ini dapat menyuplai kebutuhan air bersih hingga Kota Bontang. Untuk itu ia mendorong, pemerintah dapat segera mengentaskan persoalan sosial, yang masih menyandera hak-hak dari masyarakat setempat.

Selain Bendungan, Irwan juga meninjau Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) di Desa Suliliran Baru, Paser dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Uko Muara Komam, Paser. (eky)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img