spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Populasi Pesut Mahakam Mengkhawatirkan, Yayasan RASI Bagikan Ratusan Finger Sonar ke Nelayan

TENGGARONG – Tiap tahun populasi Pesut Mahakam, hewan endemik Kalimantan, terus berkurang. Angka kematian hewan mamalia bernama latin Orcaella Brevirostris ini, sedikit lebih banyak dibanding angka kelahiran.

Hal itu diungkapkan Founder Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), Danielle Kreb.

Untuk tahun 2021 saja, menurut Danielle, jumlah mamalia air tawar tersebut diperkirakan hanya tinggal 67 ekor. Belum termasuk yang ditemukan mati sejak awal tahun yang tidak dapat dirinci secara pasti.

Danielle menambahkan, selama rentang waktu 2016 hingga 2021, angka kelahiran Pesut Mahakam rata-rata 5 ekor per tahunnya. Sedangkan angka kematian 5-6 ekor per tahun. Sehingga perkiraan jumlah pesut yang tersisa 67 ekor itu, bisa jadi berkurang juga jumlahnya.

“Cenderung (Pesut Mahakam) lebih banyak mati,” kata peneliti yang akrab disapa Danielle pada mediakaltim.com, Selasa (28/6/2022).

Paling mendominasi, sekitar 70 persen kematian Pesut Mahakam disebabkan oleh jaring ikan. Mulai dari terjerat hingga termakan oleh hewan mirip lumba-lumba itu. Tidak jarang, dalam lambung atau perut pesut ditemukan jaring ikan. Penyebab kematian lainnya karena tertabrak kapal dan diracun.

BACA JUGA :  Alasan Khilaf, Pria Tenggarong Ini Cabuli Anak Sambungnya¬†

“Kalau tahun lalu (2021) ada dua ekor yang kena jaring,” jelasnya.

Lebih lanjut, Daniele mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan Yayasan RASI. Semisal membagi dan memasang alat finger berupa akustik pasif yang mengeluarkan sonar, yang dipasang di jaring-jaring nelayan sekitar. Fungsinya, memastikan Pesut Mahakam bisa menjauhi jaring yang terpasang alat finger sonar tersebut. Dengan begitu pesut tidak akan terjerat atau memakan jaring.

“Saat ini sudah 155 orang yang memiliki alat (finger sonar) itu. Kalau nanti sudah musim ikan mereka pasang alat itu,” jelas Danielle.

Rencananya Yayasan RASI akan mendatangkan 70 alat finger sonar lagi, dipesan langsung dari Inggris. Pengadaannya menggunakan dana sponsor atau donatur yang kerap menyumbang ke Yayasan RASI. Finger sonar nantinya dibagi secara gratis kepada nelayan yang berada di jalur lalu lintas Pesut Mahakam. Seperti di Kecamatan Muara Kaman, Kota Bangun, Muara Muntai dan Muara Wis, termasuk pula Kutai Barat.

“Kalau nelayan mau alat finger silakan dipasang, tapi kalau dikira merugikan atau tidak mau lagi, silakan hubungi kami dan akan kami ambil lagi. Dan tahun ini tidak ada yang mengembalikan,” ungkapnya. (afi)

BACA JUGA :  Laka Lantas di Jembatan Martadipura, Pengendara Motor Tewas di Tempat
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img