spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tiga Tahun Tak Diadakan, Pawai Pembangunan di Samarinda Berlangsung Meriah 

SAMARINDA – Setelah terhenti akibat pandemi Covid-19, masyarakat Samarinda kini dapat kembali menggelar Pawai Pembangunan Memperingati HUT ke-77 RI.

Acara yang berlangsung Sabtu (20/8/2022) pagi mengambil rute Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Bhayangkara, Jalan Awang Long, Jalan Sudirman, Jalan KH Khalid, Jalan DI Ponegoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Agus Salim, dan kembali ke tempat awal.

Kegiatan dimeriahkan kesenian tradisional seperti Reog Ponorogo, Pameran Baju Adat, Tari Tradisional, serta pemuda yang mengenakan pakaian pejuang.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan pawai kali ini bukan hanya mengingat momen kemerdekaan, tapi juga bentuk syukur setelah 2,5 tahun dilanda pandemi Covid-19.

“Sekaligus mengirim pesan kepada masyarakat ayo kita bergembira, mensyukuri apa yang ada sekarang, dan menghadapi bersama semua persoalan,” ungkapnya saat diwawancarai awak media.

Dalam kesempatan itu, Andi Harun juga memberikan 4 pesan khusus kepada seluruh lapisan masyarakat Samarinda.

“Pertama bahwa apa yang kita nikmati hari ini adalah buah hasil perjuangan dan pengorbanan dari para pahlawan serta pendiri bangsa,” ucapnya.

“Kedua ada hal yang ingin kita wariskan, yaitu sikap juang tidak pernah pantang menyerah, tidak pernah mengeluh. Hal tersebut lah yang diwariskan para pejuang dan pendiri bangsa kepada kita,” sambungnya.

Kemudian, Andi Harun berpesan agar masyarakat dapat menanamkan sikap pantang menyerah untuk membangun bangsa menjadi lebih baik.

“Pantang menyerah terhadap semua tantangan yang dihadapi oleh bangsa dan negara, termasuk untuk membangun daerah,” katanya lagi.

Andi Harun menyebutkan, Pawai Pembangunan sebagai bentuk kekompakan dan kebersamaan masyarakat Kota Samarinda.

“Kita wajib bersatu, kompak, dan terus meninggikan semangat juang kita buat kemajuan bangsa untuk kesejahteran masyarakat,” harapnya.

Oleh karenanya, dia meminta masyarakat agar dapat hidup rukun, bersatu walau dengan latar belakang agama dan suku yang berbeda-beda.

“Kita harus hidup rukun, serta harus selalu bersatu dalam latar belakang perbedaan agama, suku bangsa, dan latar belakang sosial lainnya. Agar kita pemerintah, TNI, Polri, serta masyarakat bisa bersatu padu untuk memajukan bangsa dan negara, termasuk di Kalimantan Timur khususnya di Kota Samarinda,” pungkasnya. (Vic)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img