Selain Covid, Muharram Punya Riwayat Jantung, Liver, dan Diabetes, KPU: Partai Pengusung Bisa Cari Pengganti di Pilkada Berau

0
SALAT JENAZAH: Jasad bupati Berau akan dimakamkan di TPU Km 15 Balikpapan Utara. Foto: istimewa

BERAU – Setelah 12 hari dirawat melawan covid di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) sejak 10 September, Bupati Berau Muharram dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 16.45 Wita.  Selain virus corona, kondisi almarhum diperburuk penyakit penyerta (comorbid) yang diderita, jantung, liver dan diabetes.

Direktur RSPB dr M Noor Khairuddin mengungkapkan, Muharram dirawat di RSPB ketika terkonfirmasi positif Covid-19 pada 10 September saat pemeriksaan kesehatan yang dijalani sebagai bakal calon bupati Berau pada Pilkada Serentak 2020 di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Hasil uji swab, bupati Berau periode 2015-2020 dinyatakan positif Covid-19.

BACA JUGA :  Selamat Jalan Bupati Berau, Sebelum Dinyatakan Positif Sempat Mendampingi Menteri Kelautan Edhy Prabowo di Maratua

Tim medis RSPB pun melakukan pemeriksaan ulang. Sesuai dengan panduan jika ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Hasilnya, Muharram positif. Sehingga harus dilakukan perawatan. “Kondisinya waktu itu masih stabil. Sehingga tidak ada penanganan khusus di ruang isolasi regular,” kata Khairuddin kepada wartawan, malam tadi.

Namun, tiga hari setelahnya, pada 13 September 2020, perawat memindahkannya ke ruang Intensive Care Unit (ICU) khusus pasien Covid-19 karena ada penurunan kondisi kesehatan, khususnya pada fungsi pernapasan. “Tim medis memberikan obat-obatan sesuai dengan standar untuk perawatan pasien Covid-19,” ujarnya.

Setelahnya, kondisi kesehatan, Muharram terus dipantau stabil. Sampai akhirnya, pada 21 September 2020 terlihat tanda-tanda penurunan kondisi kesehatan kembali.

Tim medis yang menangani Muharram memberikan obat-obatan, agar kondisi kesehatannya membaik. Akan tetapi, kondisinya belum memperlihatkan peningkatan. “Tadi (kemarin) penurunannya cukup cepat. Sehingga ditangani langsung, tapi pada pukul 16.45 Wita, beliau meninggal,” ungkapnya. Dokter spesialis bedah ini mengungkapkan, berdasarkan riwayat medisnya, Muharram diketahui memiliki tiga comorbid atau penyakit penyerta.

Yakni penyakit jantung, kemudian gula darah (diabetes) dan penurunan fungsi liver (hati). Selama dirawat, Muharram terus didampingi sang istri; Sri Juniarsih, yang juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebelumnya, keduanya dirawat di Ruang Sakura di lantai tiga RSPB. Namun, karena kondisi kesehatan Muharram sempat menurun, maka dia dipindahkan ke Ruang ICU. “Kondisi istrinya stabil. Satu anaknya juga sempat dirawat. Tapi tidak lama. Sudah keluar duluan,” ucapnya. Sementara itu, malam tadi jasad bupati Berau disalatkan sesuai standar protokol covid dan dimakamkan di TPU Km 15 Balikpapan Utara.

PILKADA BERAU TETAP JALAN
Bupati Berau Muharram yang kembali maju dalam Pilkada Berau 2020 ini, tela mendaftar ke KPU berdampingan dengan Gamalis dan menunggu penetapan pasangan calon yang digelar KPU, Rabu (23/9) hari ini. Meninggalnya Muhharram, tidak akan mempengaruhi pelaksanaan Pilkada Berau.

“Ya, tetap berjalan. KPU Berau nanti mengumumkan ada bacalon (bakal calon,Red.) yang meninggal selama seminggu ke depan,” tutur Ketua KPU Kaltim Rudiansyah. Selama pengumuman, partai pengusung bapaslon Muharram-Gamalis untuk mencari pengganti. “Batasnya tujuh hari setelah pengumuman bacalon yang meninggal,” katanya. (red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini