spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

RSUD Gelar FKP untuk Penguatan Sistem Layanan Kesehatan

BONTANG – RSUD Taman Husada Kota Bontang menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai transformasi dan penguatan sistem layanan kesehatan, Senin (27/11/23) di Bontang Kuring.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhadi, Sp. JP, FIHA menjelaskan bahwa FKP ini adalah kegiatan dialog, diskusi pertukaran opini secara partisipatif antara penyelenggaraan pelayanan publik dengan publik. “Jadi ini diskusi yang tentu harus dua arah,” jelasnya

Ia menjabarkan bahwa gedung utama RSUD akan melakukan renovasi untuk menambah kenyamanan masyarakat yang harus berobat di sana. Dimulai dengan lobi RSUD yang akan mulai dikerjakan pada bulan Desember mendatang.

Kemudian ia juga sering mendengar lahan parkir RSUD yang seringkali padat sehingga sulit untuk kendaraan lain berlalu lalang. Pada tahun 2024 seiring pembangunan dan pembehanan gedung B, lahan parkir juga akan dibenahi.

“Lahan parkir ini cukup sering kami dengar, dan pasti kami benahi,” ungkapnya.

Selain perbaikannya fasilitas umum yang terdapat dalam RSUD. Fasilitas kesehatan di RSUD juga ditambah. Hal itu dibuktikan dengan ruang pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang sudah 80 persen dan estimasi dapat digunakan pada Januari 2024.

BACA JUGA :  Gedung Baru RSUD Taman Husada dalam Tahap Perencanaan

Adapula penambahan alat-alat kesehatan seperti Automated Breast Ultra Sound (ABUS) yang berguna untuk mendeteksi benjolan atau tumor yang terdapat di payudara. Dan pemeriksaan Oto Accoustic Emission (OAE) adalah screening atau tes pendengaran bayi baru lahir yang menangkap emisi pada koklea.

“Dengan OAE bisa kita deteksi apakah pendengaran anak itu bermasalah atau tidak,” tambahnya.

Adapun tanggapan Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan bahwa RSUD telah melakukan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik dan UU nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan.

“Ini sudah sesuai dengan Permenpan RB nomor 16 tahun 2017 tetang pedoman penyelenggaraan FKP di lingkungan unit penyelenggaraan publik,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dengan adanya diskusi ini diharapkan RSUD dapat menjadi rumah sakit paripurna, dengan SDM yang berkualitas dan fasilitas yang lengkap. (adv/MK)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img