spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PT WKP Latih 2 KTPA Hadapi Karlabun

PENAJAM- PT Waru Kaltim Plantation (WKP) memberikan pelatihan dan edukasi pencegahan dan penanganan kebakaran lahan dan kebun (karlabun), di Desa Bangun Mulya dan Kelurahan Waru. Selain sosialisasi pencegahan, pengurus Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) juga diedukasi soal penggunaan peralatan pemadaman api.

Pelatihan digelar di Balai Kelurahan Waru, Kamis (21/7/2022). Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan Polsek dan Koramil Waru dengan target pelatihan dua KTPA yaitu KTPA Desa Bangun Mulya dan KTPA Kelurahan Waru yang pembentuknya diinisiasi PT Waru Kaltim Plantation.

“Ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya. Pembentukan KTPA dan giat kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau,” ujar Lurah Waru Zulfahmi.

Sosialisasi dan pelatihan penanggulangan karlabun dinilai sangat penting sebagai upaya mencegah karhutla khususnya di sekitar perkebunan dan wilayah kerja perusahaan.

“Jadi saat terjadi kebakaran, para pengurus KTPA juga tidak bingung lagi dalam melakukan penanganan,” kata Kepala Desa Bangun Mulya Soedono.

Anggota KTPA saat diberikan pelatihan secara teori dan praktik.

Dalam kegiatan ini, Tim Fire Management turun langsung memberikan pelatihan, baik secara teori maupun praktik di lapangan. Adapun PT WKP turut menyediakan peralatan latihan dari posko pemadam perusahaan.

Manajemen KTU PT WKP Ismail Kadir Ritonga mengharapkan, perusahaan bersama masyarakat di Ring 1 perusahaan bisa saling bersinergi dalam menjaga lingkungan. Khususnya soal kepedulian terhadap bahaya karlabun.

“Semoga anggota KTPA bisa meningkatkan kepedulian terhadap bahaya dari kebakaran lahan dan kebun. Kemudian mereka memiliki kemampuan dalam pengendalian dan pencegahan, bila terjadi kebakaran,” ucapnya.

Ia mengingatkan persoalan karlabun bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, atau perusahaan saja. Tetapi tanggung jawab semua pihak, termasuk kesadaran baik perusahaan maupun masyarakat, sehingga tidak terjadi karhutla yang mengakibatkan kabut asap,” kata Ismail Kadir.

Dalam kesempatan tersebut, dia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama, bahu membahu dalam mencegah dan menanggulangi karlabun. “Tapi yang paling penting dan utama, mereka yang ada dalam KTPA itu memiliki kepedulian. Itu juga yang perlu ditumbuhkan, agar mereka bisa menularkan ke masyarakat di sekitarnya,” tegas Ismail.

Sementara itu Zakaria, selaku CSR PT WKP menyebutkan, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kegiatan CSR dalam bidang lingkungan. Dengan peningkatan kompentensi seluruh anggota KTPA, diharapkan kelompok di tiap desa dapat menjadi garda terdepan dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan karlabun.

“Bahaya dari kebakaran karlabun itu sangat terasa. Dengan kegiatan ini, mereka akan memiliki kemampuan untuk pencegahan dan pengendalian,” sebutnya.

Tak hanya memberikan bekal pelatihan, PT WKP juga memberi bantuan sarana dan prasarana untuk kedua KTPA. Alat itu sebagai bekal kelompok dalam menghadapi kejadian karlabun di kemudian hari.

Seto Adi Wibowo selaku PIC Fire Protection PT WKP menyebutkan, beberapa alat di antaranya selang keluar, nozzle tajuk, coupling machino dan sepatu boat diberikan pada masing-masing kelompok. “Bantuan alat ini sebagai senjata perang para anggota KTPA saat turun ke lapangan,” pungkasnya. (adv/sbk)

BACA JUGA

15.9k Pengikut
Mengikuti