spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pembalap Tewas Akibat Ambruknya Gate Start, Ajang Bupati Paser Cup Dibatalkan, Pengurus Siapkan Santunan

PASER – Ajang balap motor bertajuk Bupati Paser Cup Road Racing Championship 2023 resmi dibatalkan. Acara yang sejatinya berlangsung selama Sabtu-Minggu, 9-10 Desember 2023, di Stadion Sadurengas itu, dibubarkan atas tragedi hilangnya nyawa salah satu pembalap.

Pembatalan kegiatan yang dihelat Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Paser itu, setelah adanya koordinasi dengan pihak Kepolisian serta berdasarkan pertimbangan matang pihak pelaksana kegiatan.

Kepala Satuan Intelijen Keamanan (Kasatintelkam) Kepolisian Resort (Polres) Paser, AKP Ibnu Tri Yunarto menjelaskan, ambruknya gate start yang terjadi ditenggarai cuaca buruk dengan hujan deras dan angin kencang.

Akibatnya, gerbang yang terbuat dari rangka besi jatuh menimpa dua pembalap sesaat dimulainya uji coba lintasan. “Cuaca sedang hujan deras dan angin kencang, itulah yang kami duga menyebabkan jatuhnya gate start dari rangka besi,” kata Ibnu.

Seorang pembalap daru Maniak Racing Team (MRT) berinisial AS, warga Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot meninggal dunia atas kejadian tersebut. Sementara satu pembalap lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD Panglima Sebaya.

“Kita telah berkoordinasi dengan pihak Panitia Penyelenggara Road Race terkait peristiwa yang terjadi, mencabut Surat Izin Keramaian Kegiatan dari Polda Kaltim,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Bupati Paser Cup Road Racing Championship 2023, Zulkifli Kaharuddin, sekaligus Sekretaris IMI Kabupaten Paser menyebut, peristiwa itu terjadi sesaat melangsungkan warming up lap atau percobaan lintasan namun tertimpa gate start.

“Niatnya untuk melakukan warming up, namun malah terjadi insiden tersebut,” Kata Ketua Panitia, Zulkifli Kaharuddin.

Dijelaskannya, saat warming up lap kelas bebek 2 tak 116 underbone open dimulai, pimpinan lomba dari Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI Kalimantan Timur (Kaltim) sudah menduga akan datangnya hujan, namun tetap ingin menguji kelayakan lintasaan jika hujan tiba.

Hal ini ditujukan untuk memastikan kondisi lintasan. Jika lintasan tidak layak saat cuaca buruk dan pembalap menyatakan tidak layak, maka lomba tersebut bakal dihentikan. Namun tiba-tiba angin kencang disertai hujan turun hingga membuat gate start ambruk.

“Tidak kuat menahan terpaaan angin sehingga gate nya ambruk, padahal menurut kami semua sudah sesuai standar,” ucapnya.

Panitia bersama Pengcab IMI Kabupaten Paser mengaku telah mendatangi pihak keluarga korban dan mengucapkan belasungkawa atas trageti itu. Ketua IMI Kabupaten Paser, Hendra Wahyudi mengatakan, pihaknya akan menyalurkan tali asih atas peristiwa tersebut.

“Korban meninggalkan 1 istri dan 2 orang anak. Nanti kami upayakan terus beasiswa untuk anak korban sampai selesai dan sudah kami berikan santunan meskipun tidak seberapa, hal tersebut wujud belasungkawa kami, ” Kata Hendra Wahyudi.

Pewarta : Bhakti Sihombing
Editor : Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img