spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mantapkan Diri Terjun Politik, Catur Palinggi Gabung PDI Perjuangan

TENGGARONG – Catur Sefti Nanda Palinggi, menjadi satu dari sekian banyak calon-calon legislatif, dari kalangan anak muda, yang bakal memeriahkan kontestasi politik 5 tahunan, pada 2024 mendatang.

Dengan mantap, ia bakal mengarungi pertarungan untuk duduk di bangku legislator, dengan bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan).

Keberanian inipun diambil olehnya, meski sempat diarahkan langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kukar, sekaligus Bupati Kukar, Edi Damansyah, untuk fokus dalam mengembangkan sekaligus menjadi pelaku ekonomi kreatif di Kukar.

Ia mengaku mantap untuk mewakafkan diri seutuhnya untuk bergerak demi kepentingan rakyat dalam kontestasi Pemilu 2024. Maupun menjawab tantangan untuk menjadi legislator dari kalangan anak muda, jika kesempatan itu ada.

Pemuda dengan berewok inipun bukan maju tanpa alasan. Ia pun baru saja menyelesaikan sekolah partai oleh DPP PDI Perjuangan di Jakarta tersebut menuturkan, bahwa niatannya untuk terjun ke dunia politik sudah ada sejak lama.

“Sudah ingin masuk politik jauh-jauh hari sebelumnya, ingin memberikan dampak yang lebih signifikan, terkhusus mengakomodir inovasi gagasan dan pemikiran generasi muda yang kerap kali masih sering diremehkan,” ungkapnya kepada Media Kaltim saat ditemui.

Terkait dirinya sempat diarahkan untuk tidak terjun langsung ke politik praktis oleh orang nomor satu di Kukar, memang ada alasannya. Meski Edi pun menitipkan pesan kepadanya, ingin anak muda tak semua harus berpolitik.

Penting juga bagi kaum muda untuk menjadi wirausahawan dan pelaku ekonomi kreatif Kukar untuk mendobrak geliat ekonomi kreatif yang berbasis ekonomi kerakyatan.

Namun, niatannya untuk berkontribusi terhadap pembangunan Kukar akhirnya membuat Edi luluh. Edi pun merestui putra Guru Besar Febis Unikarta Prof Dr Yonathan Palinggi tersebut memasuki dunia politik.

“Lebih efektif berjuang untuk rakyat dengan masuk ke sistem politik menjadi anggota legeslatif karena bukan hanya bisa mengaungkan suara rakyat dalam proses pembuatan Undang-Undang tapi juga punya hak pokir yang bisa memfasilitasi aspirasi rakyat secara langsung,” ungkapnya.

Alasan menjatuhkan pilihan ke PDI Perjuangan karena melihat proses penjaringan kader dilakukan partai berlambang banteng tersebut sangatlah ketat dan selektif. Sehingga kader yang terjaring dipastikan berkualitas dan tidak hanya mengandalkan popularitas.

Meski sempat ditawari untuk bergabung di parpol lain, pilihannya pun tetap mantap kepada PDI Perjuangan. Dikarenakan visi perjuangan yang menitik beratkan pada asas gotong-royong, menggalang solidaritas dan bekerjasama, hal relevan dengan budaya populer di kalangan muda saat ini yaitu “kolektivitas”.

“Semarak kolaborasi dan kerja secara kolektif yang populer di generasi muda saat ini, dan itu saya temukan di spirit gotong royong yang dimiliki Partai PDIP dalam memperjuangkan hak rakyat. Dan hal ini yang ingin saya sebarluaskan ke kawan-kawan generasi muda, bahwa ada partai politik yang sudah berdiri lama, berpengalaman tapi tetap ramah dengan generasi penerus,” ungkap Catur.

Disinggung jika tidak lolos sebagai Bacaleg Kukar oleh PDIP, dirinya akan menerima dengan lapang dada. Pemuda yang saat ini sedang mengambil Master Of Business Administration (S2) di UGM Yogyakarta inipun tentu harus berbagi waktu antara kuliah dan aktivitas di parpol.

“Kita tunggu saja pengumumannya. Saya tetap akan mengabdi bersama PDIP karena partai ini mengakomodir anak muda,” katanya. (afi)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img