spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

‘Larutan Ajaib’ dari Sampah Itu Bernama Ekoenzim, Proker KKNT 2022 UNU Kaltim Unit 09

Sebagian besar masyarakat Samarinda mungkin belum tahu apa itu Ekoenzim atau Exoenzyme.

Pupuk cair yang dibuat dari limbah sampah berbagai macam buah-buahan ini masih perlu untuk disosialisasikan.

Atas dasar itulah, mahasiwa KKNT 2022 Universitas Nahdatul Ulama (UNU) unit 09, menjadikan ini sebagai salah satu program kerjanya (Proker) bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Pertanian Puri Laisa.

Sosialisasi dilaksanakan pada Jumat (19/8) di SMPN 16 Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang dan diikuti 40 siswa.

Bambang Ikwan Hidayat dan Hj Ekawati Yulsilviana dari Puri Laisa menjelaskan, Ekoenzim pertama kali diperkenalkan oleh Dr Rosukon Poompanvong dari Thailand. Ekoenzim ini memanfaatkan sampah organik, seperti ampas atau kulit buah dan sayuran menjadi pupuk alami atau bisa juga menjadi pembersih organik.

Memang butuh persiapan untuk membuatnya, seperti mengumpulkan sampah organik berupa kulit buah-buahan, air, dan molasses. Molasses sendiri adalah cairan yang sudah diolah dimana bahannya terdiri dari gula merah dan limbah sampah organik.

Setelah dicampur dari bahan- bahan tersebut, kemudian difermentasikan selama 3 bulan hingga cairan warnanya berubah menjadi cokelat atau hitam.

“Banyak manfaat dari Ekoenzim, karena itu disebut larutan ajaib. Untuk pertanian sebagai filter udara, herbisida, pestisida, dan pupuk alami,” terang Ekawati.

Sosialisasi berlangsung seru karena siswa-siswi SMPN 16 begitu serius menyimak penjelasan kemudian mempraktikannya. Bahkan mereka mencatat waktu dan siap mengontrol proses fermentasi hingga 3 bulan kedepan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKNT UNU Kaltim Unit 09, Risa Mahdayani menyebutkan, tujuan sosialisasi untuk lebih memperkenalkan apa itu Ekoenzim dan manfaatnya kepada masyarakat.

“Ini juga menjadi penilaian dari Proker mahasiswa yang sedang KKN bahwa program kerja mereka membawa manfaat bagi masyarakat tempat mereka mengabdi, selama kurang lebih satu bulan ini,” ucapnya.

Harapannya, siswa-siswi SMPN 16 yang sudah mengikuti proses pembuatan Ekoenzim, dapat mencobanya kembali dan ikut menyebarluaskan informasinya. (mk)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img