spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kunjungan ke Babulu Laut, Makmur Beri Perhatian Soal Kawasan Kumuh

PPU – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi perhatian utama dalam kunjungan Pj. Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun ke Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Selasa (8/1/2024). Dengan tegas, ia meminta instansi terkait dan masyarakat mulai memperhatikan sisi ini untuk penyelesaian masalah kesejahteraan hingga stunting.

Pemkab PPU tahun ini merencanakan menggelar dialog rutin di setiap desa di Benuo Taka. Tujuannya untuk membahas langsung bersama masyarakat setempat terkait isu-isu krusial pembangunan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Terlebih bagi Makmur, yang masih terbilang baru di PPU, bahkan Kaltim. Jadi, dari dialog ini, ia ingin mengetahui persoalan-persoalan yang terjadi mulai dari wilayah terbawah, yakni desa-desa.

“Melalui kegiatan ini, kita bisa mengetahui langsung persoalan-persoalan apa yang terjadi di desa, dan bagaimana kami menjawab persoalan yang ada tersebut,” katanya.

Belum lagi, waktu menjabatnya yang singkat, baru selama tiga bulan terakhir, diakui memang belum cukup untuk menyelesaikan semua persoalan-persoalan itu. Namun dipastikan, dirinya tidak tinggal diam.

Dedikasi waktu akan diberikan untuk melihat setiap persoalan yang terjadi di wilayah PPU. “Bisa dikatakan dalam sehari semalam itu hanya sekitar empat jam waktu yang saya gunakan untuk kepentingan pribadi. Sisanya saya dedikasikan untuk masyarakat PPU,” sebutnya.

Kemudian dengan kunjungan kali ini, Makmur mengatakan kegiatan awal ini sengaja ia mulai dari wilayah terluar di PPU. Sama, mengetahui masalah-masalah yang ada secara bertahap.

“Kenapa dimulai dari desa Babulu Laut. Karena saya memang ingin memulai dialog ini dari desa yang paling pinggir di PPU. Tapi tujuannya sama, kami ingin melihat langsung persoalan dan isu krusial apa yang terjadi di semua desa yang ada di PPU,” ungkap Makmur.

Hasilnya, diungkapkan persoalan di sini ialah kebersihan. Mulai dari pengelolaan sampah yang tidak maksimal, serta pola hidup masyarakat di pesisir laut ini yang masih rendah arti kebersihan lingkungan dan kesehatan.

“Melalui kegiatan ini kita bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat wilayah ini. Tentang pentingnya kebersihan lingkungan, selain juga harus ada langkah pemerintah daerah PPU untuk penanganan terkait itu tentunya,” tegasnya.

Salah satu tempat yang ia kunjungi ialah SD Negeri 006 Babulu. Makmur menunjukkan kekecewaannya saat melihat kondisi lingkungan sekolah yang terlihat kumuh. Karena banyaknya sampah berserakan yang tidak segera dibersihkan.

Sementara kondisi beberapa bak sampah yang tersedia juga tidak layak digunakan di lingkungan sekolah itu. Persoalan itu, tentunya memengaruhi banyak hal. Salah satunya ialah kenyamanan belajar murid.

“Berapa lama sampah-sampah ini tidak dibersihkan. Pihak sekolah harus bertanggung jawab atas semua ini. Kasihan anak-anak kita jika harus belajar di lingkungan yang kurang nyaman karena banyaknya sampah berserakan,” ujarnya.

Belum lagi fasilitas yang ada di ruang kelas kurang rapi. Bahkan foto presiden yang seharusnya ada di ruang guru juga tidak terpasang satupun di sana.

“Bagaimana kita mengajarkan kepada anak-anak cinta kepada bangsa dan negara, sementara bapak ibu saja tidak bisa melakukan itu. Buktinya gambar presiden saja tidak ada di sejumlah ruang ini. Tolong ini diperhatikan itu,” tegas Makmur.

Oleh karena itu, ia menekankan semua pihak dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan sekolah. Bukan hanya ditujukan kepada sekolahan saja, tetapi lebih dari itu diharapkan dapat dibudayakan di seluruh lingkungan masyarakat di PPU.

“Ingat, kebersihan itu penting. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Oleh karena itu tolong jaga betul kebersihan lingkungan kita, khususnya lingkungan sekolah bagi anak-anak kita,” tutupnya. (SBK)

Pewarta: Nur Robby Syai’an

Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img