spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kondisi Terkini Poros Kenohan-Kembang Janggut, Banyak Kendaraan Ambles, Macet hingga 3 Km

TENGGARONG – Hingga Minggu (20/2) malam ini, macet parah masih terjadi di jalan rusak Dusun Pandamaran, Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar). Ratusan kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4 harus sabar untuk bisa melintasi jalan yang semakin rusak parah.

Dari rekaman video drone yang diperoleh mediakaltim.com, menampilkan kondisi terkini kemacetan panjang di Dusun Pandamaran. Dalam rekaman tersebut, terlihat antrean panjang kendaraan, yang diperkirakan mencapai 3 km.

Banyak kendaraan ambles di jalan tanah yang telah menjadi lumpur itu. Terlihat juga sebuah truk harus ditarik truk lainnya. Beberapa kendaraan juga terlihat harus ekstra hati-hati untuk melintasinya.

Siswandi, sopir travel mengaku, kemacetan parah saat ini terjadi di jalan penghubung Kecamatan Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang. “Lebih dari 2 kilometer. Kondisi ini sudah hampir seminggu. Penyebabnya karena ada proyek pembuatan gorong-gorong. Sementara posisi gorong-gorong lebih tinggi dari timbunan tanah yang masih lembek,” ungkapnya kepada mediakaltim.com, Minggu (20/2) malam.

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Tuana Tuha, Tommy mengeluhkan, penanganan kerusakan jalan yang dilakukan terkesan seadanya. Hanya mendapat bantuan alat berat dari beberapa perusahaan. Pekan lalu saat menghadiri rapat dengar pendapat di DPRD Kukar, dia hanya dijanjikan penanganan sementara pada jalan itu.

BACA JUGA :  Kisah Pilu Tenggelamnya Ayah-Anak, Kegembiraan Berubah Nestapa dalam 30 Menit

“Kami maunya dibedakan pembangunan yang sifatnya definitif dengan tanggap darurat,” keluh Tommy, Rabu (16/2/2022) lalu. “Saya tanya truk ada dari jam 12 malam sampai jam 2 siang belum bergerak, karena memang amblesnya luar biasa,” tambahnya.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh MEDIA KALTIM (@media_kaltim)

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Restu Irawan menjelaskan, dirinya dan tim baru saja melakukan survei ke lokasi. Bahkan sudah memulai mobilisasi alat berat dan material sebagai langkah penanganan awal.

Bekerjasama dengan beberapa perusahaan swasta untuk menyediakan alat berat berupa ekskavator dan grader. Masing-masing sebanyak satu unit yang dikerahkan oleh Dinas PU Kukar. Rencananya, akan dilakukan penimbunan tanah kembali di lokasi yang mengalami jalan ambles.

“Material menggunakan tanah timbunan untuk meninggikan level jalan,” jelas Restu.
Perbaikan katanya, akan menggunakan kucuran dana yang bersumber dari Forum TJSP senilai Rp 600 juta dan anggaran rekonstruksi yang dianggarkan di APBD Kukar 2022 senilai Rp 1,2 sampai Rp 2 miliar. Sambil menunggu proses lelang untuk penanganan secara permanen pada jalan rusak di sepanjang 15 kilometer tersebut. (ra/afi)

BACA JUGA :  Irwan Soroti Jalan Penghubung Antar Kecamatan di Kutim
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img