spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kecenderungan Vaksinasi Menurun, Satgas Siapkan Skema Jemput Bola

BONTANG – Untuk terus meningkatkan pencapaian vaksinasi di Kota Bontang, Satgas Covid-19 menyiapkan skema vaksinasi jemput bola atau on the road.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Bontang, Letkol Arh Choirul Huda mengatakan, masyarakat yang melakukan vaksin cenderung menurun, baik yang baru vaksin (dosis pertama) maupun menuju vaksin kedua.

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang per Senin (13/12/2021), capaian vaksin dosis pertama telah menembus 109.515 orang atau 81,3 persen dari total sasaran 134.666 orang. Sedangkan dosis kedua sebanyak 95.250 orang atau 70,7 persen.

Choirul mengatakan, satgas mengharapkan persentase capaian tidak berhenti di angka tersebut. Melainkan bisa terus meningkat. “Kami berencana melaksanakan vaksin on the road. Menyasar tempat-tempat keramaian seperti pujasera,” ujarnya belum lama ini.

Tak menutup kemungkinan, kata dia, ke depan skema yang juga dijalankan yakni jemput bola hingga ke wilayah-wilayah RT. Namun skema itu baru akan dilakukan jika memang capaian vaksinasi sudah menyentuh di angka 90 persen, dan kecenderungan minat warga untuk vaksin di lokasi-lokasi yang telah disiapkan semakin berkurang. “Tentu ada juga seperti lansia yang memang harus didatangi karena kondisi fisiknya yang tak memungkinkan keluar rumah,” jelasnya.

BACA JUGA :  Raih PROPER EMAS 11 Kali Berturut-turut, Badak LNG Jadi Rujukan dalam Pengelolaan Lingkungan dan Pengembangan Masyarakat yang Berkelanjutan

Pria yang juga Dandim 0908/BTG itu meminta, masyarakat tetap waspada. Sebab kondisi saat ini belum sepenuhnya steril. Apalagi dengan adanya kasus 20 Anak Buah Kapal (ABK) kapal Vietnam di perairan Muara Berau beberapa waktu lalu.

“Kita belum tahu itu virus varian apa. Meski varian Omicron belum masuk Indonesia, kita tetap harus waspada. Apalagi mobilitas orang asing ke Bontang juga tinggi,” sebutnya.

Langkah yang terus dilakukan satgas, kata Choirul, yakni rutin mengontrol dan memastikan perusahaan-perusahaan yang mendatangkan orang asing dari luar Indonesia, untuk melaporkan sekaligus menjalankan prosedur yang berlaku.

Seperti melaksanakan isolasi selama beberapa waktu tertentu sebelum melaksanakan kerja. “Tetap selalu patuhi protokol kesehatan,” pesannya. (bms)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img