spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kebakaran Hebat, 22 Bangunan di Jalan AM Sangaji Samarinda Hangus Terbakar

SAMARINDA – Suara sirine pemadam kebakaran dan dan iringan tangis warga pecah saat puluhan bangunan di Jalan AM Sangaji, Gang 17, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, hangus dilahap api saat kebakaran, Kamis (1/9/2022) sekitar pukul 22.00 Wita.

Dalam peristiwa itu, 39 Kepala Keluarga (KK) atau 156 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Seorang warga, Hamka (27) mengaku terkejut melihat kobaran api sudah besar di salah satu bangunan. “Aku kaget mas, jadi tadi awalnya lewat jalan situ aja, terus lihat ada api langsung besar di dalam gang 17,” ucapnya saat diwawancarai pewarta.

Tangisan warga pecah bersaut-sautan saat melihat rumah yang dimiliki hangus dilahap si jago merah. Terpantau juga, banyak warga sekitar yang mencoba membantu menyelamatkan barang berharga milik korban kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH melalui Humas Damkar, Heri Suhendra mengatakan, dalam peristiwa itu sedikitnya 22 bangunan warga hangus terbakar. “Yang terbakar terdiri dari 15 rumah tunggal, 7 bangsal dengan total 24 pintu,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media.

Untuk upaya pemadaman, petugas Disdamkar Kota Samarinda menerjunkan 15 unit truk tangki Disdamkar dan PMK swasta, serta 20 mesin portable Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Samarinda.

Selama sekitar satu jam 30 menit bertarung melawan api, petugas Disdamkar dibantu oleh relawan akhirnya dapat memadamkan kobaran api. “Untuk total bangunan terdampak ada sekitar 3 bangunan,” jelasnya.

Saat melakukan upaya pemadaman, Heri mengungkapkan terdapat lima orang yang mengalami luka saat hendak membantu petugas memadamkan api. “Tiga warga terkena pecahan beling dan paku. Juga ada dua orang relawan yang mengalami sesak nafas,” ungkapnya.

Dari data sementara, Heri menyebutkan dugaan awal api berasal dari salah satu atap warga, tepatnya di rumah bangsalan. Selain itu, ia juga menguraikan, banyaknya warga yang menonton di lokasi sehingga petugas kesulitan memadamkan api.

“Dugaan sementara konsleting listrik. Namun, masih dalam penyelidikan Polsekta Sungai Pinang. Sedangkan untuk kendala yakni jalan sempit, titik air terbatas, dan banyak warga menonton,” sebut Heri. (Vic)

BACA JUGA

15.9k Pengikut
Mengikuti