spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kadinkes Kaltim Serukan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Tumbuh Kembang Anak Pra-Sekolah

SAMARINDA – Selasa (2/4/2024), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, memberikan sambutan serta materi pada acara Rapat Koordinasi Lintas Program/Sektor Anak Balita dan Anak Pra-Sekolah Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya tersebut, Kadinkes menekankan bahwa tumbuh kembang anak yang optimal jadi faktor penentu masa depan suatu bangsa.

Dikatakan, sejak 2007 lalu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menyusun instrumen stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) anak umur 0 – 6 tahun. Lalu pada tahun 2016 telah dilakukan revisi dengan menggabungkan buku pedoman pelaksanaan dan instrumen SDIDTK yang lebih sederhana. Lantas pada 2021 revisi berikutnya dengan pola konsep pengasuhan anak.

“Usia dini (0-6 tahun) merupakan periode paling kritis dan penentu di seluruh siklus kehidupan manusia. Puncak perkembangan terjadi pada periode usia ini. Kebutuhan esensial yang tidak mencukupi dapat berdampak permanen berupa kehilangan potensi kecerdasan, ketidaksiapan bersekolah, prestasi belajar rendah, daya tahan tubuh lemah dan produktifitas rendah pada usia selanjutnya,” terangnya.

Lebih lanjut, Kadinkes merasa bahwa implementasi standar pelayanan minimal untuk pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Kabupaten/Kota belum optimal. Itu disebabkan oleh kurangnya koordinasi dengan dinas pendidikan Kabupaten/Kota untuk memenuhi pemenuhan data balita yang dipantau dalam pertumbuhan. Serta itu juga disebabkan oleh hubungan lintas sektor yang tidak optimal.

“Berdasarkan data Dinas kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Persentase balita yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya 2023 adalah 255.069 (84,39 persen), presentase Balita melaksanakan SDIDTK tahun 2023 adalah 205.397 (67,95 persen), presentase Balita dengan gangguan perkembangan 2023 adalah 2.575 (0,85 persen). Data tersebut belum memenuhi target SPM 100 persen untuk pelayanan Kesehatan balita” lanjutnya.

Koordinasi lintas sektor dianggap menjadi jalan keluar dalam memenuhi target SPM. Kolaborasi dan upaya bersama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini. Perkembangan pendidikan usia dini yang terus berkembang pesat dirasa penting dalam melakukan pengoptimalisasian lintas sektor. Sehingga nantinya target SPM maupun tumbuh kembang anak bisa mencapai ke tingkat maksimal.

“Kunci keberhasilan mewujudkan satuan PAUD sehat memerlukan kolaborasi yang erat antara satuan PAUD dan Puskesmas, serta bimbingan teknis yang sangat rutin dari Tim Pembina UKS/M tingkat kabupaten-kota dan provinsi,” pangkasnya.  (ADV/Dinkes Kaltim)

Pewarta : Khoirul Umam
Editor : Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img