Sabtu, November 27, 2021
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Human Resource Development (HRD) Sebagai Upaya Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Oleh: Zulkifli, S.Pd.I., M.Pd., C.PHT., C.HRA.
(Alumni AR Learning Center Yogyakarta, Kepala Unit Jaminan Mutu STITEK Bontang-Kaltim)

Problematika yang kerap terjadi pada setiap instansi atau perusahaan ialah menurunnya  loyalitas dan kinerja seorang karyawan, sehingga akan berpengaruh pada produktivitas suatu perusahaan. Jika hal ini tidak diatasi dan dipahami secara baik dan benar, maka perusahaan tersebut akan cenderung mengalami penurunan yang signifikan.

Produktivitas kerja yang penulis maksud dalam artikel ini adalah kinerja dan loyalitas karyawan atau performance. Hal ini merupakan hasil atau luaran dari suatu proses. Mengapa hal ini kerap dialami oleh perusahaan atau instansi? Salah satunya disebabkan oleh penilaian kerja yang merupakan faktor evaluasi bagi pihak perusahaan terhadap kerja karyawan dan juga evaluasi bagi karyawan sendiri, sebagai perwujudan untuk peningkatan produktivitas kerja. Produktivitas kerja sangat memungkinkan akan menurun disebabkan oleh beberapa hal diantaranya; adanya persaingan yang tidak sehat, kekecemburuan sosial, bahkan dapat disebabkan oleh pola pikir hingga kurangnya pemahaman atau wawasan seseorang akan mengakibatkan penurunan kualitas kerja dalam sebuah organisasi.

Inilah yang kerap menjadi sebuah problem dalam organisasi/institusi. Hal tersebut merupakan sebuah fakta bahwa manusia sangat berperan aktif dalam peningkatan dari mutu perusahaan atau sebuah institusi. Selain itu, sumber daya manusia memegang peranan penting dan menentukan keberhasilan sebuah organisasi atau institusi.

Bahkan kesalahan yang kerap dilakukan oleh seorang pimpinan ialah penilaian kerja yang kadang bersifat subjektif dan terlalu tinggi, membuat karyawan kerap bersikap apatis (bermasa bodoh). Kenyataannya sekarang ini banyak para karyawan yang masuk terlambat, bermalas-malasan, dan sebagainya sehingga bukannya menunjang kemajuan dan pengembangan tetapi akan menghambat kemajuan dan pengembangan dari perusahaan atau institusi itu sendiri. Jika hal ini terjadi, maka seorang pimpinan perusahaan akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan kinerja karyawan yang berdampak pada produktivitas kerja.

Produktivitas kerja menurut Cascio (1998) ialah sebagai pengukuran output berupa barang atau jasa dalam hubungannya dengan input yang berupa karyawan, modal, materi atau bahan baku dan peralatan. Berdasarkan pendapat tersebut, maka dapat dipahami bahwa pencapaian kualitas kerja yang optimal harus mencankup kualitas dan kuantitas dalam waktu tertentu.

Human resource development (HRD) merupakan pengembangan sumber daya manusia, menggabungkan pengembangan pelatihan dan karir untuk meningkatkan efektivitas individu, kelompok, dan organisasi. Human resource development (HRD) adalah penggunaan terpadu pelatihan, organisasi, perusahaan dan upaya pengembangan karier untuk meningkatkan individu, kelompok, dan efektivitas organisasi.

Tujuan dari Human resource development harus meningkatkan kinerja individu, sehingga memberikan kontribusi langsung ke tujuan kinerja organisasi. Pengembangan SDM (Sumber daya manusia) memiliki tujuan yang sama yaitu untuk membuat karyawan lebih baik. Tujuan dari pengembangan SDM (Human resource development) adalah untuk memberikan pembinaan yang diperlukan untuk memperkuat dan menumbuhkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan seorang karyawan yang sudah memiliki.

Adapun peran dan tugas pengembangan sumber daya manusia (human resource development) dalam meningkatkan produktivitas karyawan antara lain; 1) Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja (preparation and selection), 2) Pengembangan dan evaluasi karyawan (Development and evaluation), 3) Memberikan kompensasi dan proteksi pada karyawan (Compensation and protection), 4) hubungan antara management dengan kayawan (Employee Relations Management), 5) Pelatihan (Training), 6) manajemen pengembangan diri (self development management).

Jika peran dan tugas Human resource development (HRD) tidak dilakukan secara benar dan tepat, maka akan sangat merugikan karyawan dan perusahaan, kerena karyawan dapat menurun motivasi kerjanya. Sebaliknya jika Human Resource Development (HRD) dilaksanakan secara benar, maka akan dapat meningkatkan kinerja dan loyalitas yang tinggi. Hal ini dikarenakan adanya korelasi yang signifikan antara kepuasan kerja dengan produktivitas kerja, maka seorang pimpinan perusahaan dapat mewujudkan melalui kepuasan kerja yang diterima oleh seorang karyawan. (**)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mengendarai Motor, Pria Misterius Ceburkan Diri ke Sungai Mahakam

0
SAMARINDA - Seorang pria yang belum diketahui identitasnya nekat bersama sepeda motornya menceburkan diri ke Sungai Mahakam, di Pelabuhan Samarinda, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan...

Pengendara Tewas di Jalan Rusak Bonles, Nursalam: Keluarga Korban Bisa Menuntut

0
BONTANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Bontang Lestari pada Kamis (25/11/2021) malam, mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Termasuk kalangan pengusaha...