spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hingga September 2022, Sudah 174 Warga Kutim Terserang DBD

SANGATTA– Dinas Kesehatan Kutai Timur (Kutim) mengungkapkan sebanyak 174 warga terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Data jumlah pasien DBD tersebut merupakan data yang dihimpun sejak Januari hingga September 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani Hasanal melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kutim Muhammad Yusuf mengatakan, penyebaran kasus DBD tersebut terdapat di beberapa wilayah pusat pelayanan kesehatan yakni Puskesmas Teluk Lingga, Sangatta Utara 63 kasus, Sangkulirang 19 kasus, Wahau 2 kasus dan kecamatan lainnya rata-rata 1 kasus.

“Dari jumlah kasus ini, Sangatta Utara yang tertinggi bahkan dari kasus ini satu orang meninggal dunia,” papar Yusuf kepada Media Kaltim, Rabu (28/9/2022).

Yusuf menambahkan, peningkatan  kasus DBD terjadi akibat peralihan  musim panas atau pancaroba.

“Tidak hanya di Kutim yang mengalami peningkatan kasus DBD, hampir seluruh Kaltim mengalami. Untuk itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dini terhadap DBD untuk mencegah KLB DBD,” sebutnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kutim Muhammad Yusuf. (Ramlah/Media Kaltim)

Saat peralihan musim, tambah dia,   populasi nyamuk bertambah sehingga mengakibatkan peningkatan kasus.

BACA JUGA :  Maksimalkan Pelayanan Publik, Kutim Lakukan Penguatan Dukcapil

Yusuf menyebutkan, kasus DBD banyak terjadi di wilayah yang  kurang terjaga kebersihan lingkungannya. Satu cara mencegahnya dengan rutin menggelar gotong royong di lingkungan. Nyamuk DBD atau Aedes Aegypti juga pembawa virus demam kuning, chikungunya, dan demam Zika.

“Di Sangatta Utara, kami sudah membentuk Jumantik anak sekolah bekerjasama dengan Kepala UPT Pendidikan, Guru UKS, dan sedang berjalan saat ini. InsyaAllah wilayah kerja Puskesmas Teluk Lingga akan membentuk Jumantik anak sekolah juga karena ini efektif dan efisien,” tambahnya.

Sementara untuk Fogging selalu difokuskan dua kali jika ada kasus DBD dengan interval satu minggu. Gigitan nyamuk DBD dapat menyebabkan penyakit serius, setelah digigit gejala DBD tidak langsung muncul, penderita dapat mengalami demam tinggi tiga sampai 14 hari, mual, muntah, sakit kepala, nyeri pada otot dan pegal linu di seluruh tubuh, muncul ruam kemerahan pada kulit dan pembengkakan pada kelenjar getah bening.

“Mohon dukungan seluruh lapisan masyarakat. Mari bersama cegah penularan DBD dengan 3M plus, merujuk bila ada tanda gejala DBD,” tandasnya. (ref)

BACA JUGA :  Dibantu Mesin Kapal, Tangkapan Nelayan Kutim-Bontang Diharapkan Meningkat
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img