spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gas Elpiji 3 Kg “Hilang” di Balikpapan

BALIKPAPAN – Nyaris sepekan sudah sejumlah masyarakat di Kota Balikpapan mengeluhkan keberadaan gas Elpiji 3 kilogram, yang sangat sulit didapat. Bahkan di warung-warung pengecer pun kini stoknya juga sudah tidak ada lagi.

Sejumlah tempat seperti di Kampung Timur, Sumber Rejo hingga Gunung Kawi biasanya terlihat warung atau toko yang menjual gas melon tersebut. Tapi belakangan ini, gas subsidi untuk warga miskin tersebut banyak yang kosong alias tak berisi.

Salah seorang pemilik warung di Kampung Timur, Joko mengaku sulitnya mendapatkan gas 3 kilogram sudah dirasakannya sejak awal tahun 2024. Bahkan dirinya sampai harus mencari ke kawasan Jalan Soekarno Hatta Km 1 hingga Km 3 untuk mendapatkannya.

“Susah sekarang mas. Kemarin ada dapat cuma berapa aja, di kilo 3,” ujarnya, Senin (8/1/2024).

Lebih lanjut Joko mengaku, untuk mendapatkan gas Elpiji 3 kilogram tersebut ia harus merogoh uang sebesar Rp 35 ribu dan dijualnya kembali sebesar Rp 40 ribu. “Rp 40 saya jual. Cuma ini sudah kosong lagi, belum dapat lagi,” jelasnya.

Kondisi ini pun dikeluhkan oleh pedagang gorengan di kawasan Jalan Indrakila bernama Rani. Ia mengaku terpaksa beralih ke gas 5,5 kilogram. Pasalnya, gas 3 kilogram yang biasa ia gunakan sejak akhir tahun 2023 lalu sudah tidak terisi lagi. “Ada stok ku 2 di dalam itu, tapi pas tahun baru habis sampe sekarang nggak dapat-dapat,” ujarnya.

Biasanya Rani berlangganan dengan sebuah toko yang tak jauh dari lokasi jualannya. Namun, sudah sepekan ini di toko langgananya tertulis “gas 3 kg kosong” sehingga ia pun mau tak mau harus beralih ke gas bertulisan Bright Gas.

“Ya mau nggak mau lah, dari pada nggak jualan. Tapi masih bisa lah dapat untung tipis-tipis kita,” jelasnya.

Fenomena semacam ini bukan hal baru di Balikpapan. Sebelumnya, fenomena semacam ini pernah terjadi di Kota Minyak terakhir pada rentang waktu Bulan Juli 2023 lalu.

Dari pengalaman yang pernah ada, penyebab daripada sulitnya menemukan gas Elpiji bersubsidi ini, lantaran ulah oknum yang membeli Elpiji melon melebihi batas kuota.

Sementara itu, berkaca pada tahun lalu, kuota Elpiji untuk wilayah Kalimantan Timur ditetapkan sebanyak kurang lebih 37 juta tabung oleh pemerintah pusat.

Jumlah ini memang menurun sebesar 6 persen dari kuota tahun 2022 lalu yang ditetapkan sebanyak kurang lebih 39 juta tabung.

Menurut Area Manager Comm, Rel & CSR Patra Niaga Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra, kuota Elpiji subsidi ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pengawasannya dilakukan oleh Kementerian ESDM.

“Sebagai lembaga penyalur, Pertamina diamanahkan membagi kuota tersebut sesuai jumlah yang telah ditetapkan dan tidak diperbolehkan untuk kami mengurangi atau menambah kuota tersebut,” ujarnya singkat.

Penulis: Aprianto

Editor: Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img