spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Frutiboks dan Kalbana Diapresiasi Dubes RI Vietnam dan Atper KBRI Singapura

SANGATTA – Kabar baru datang dari dua produk UMKM andalan asal Desa Selangkau Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Frutiboks dan Kalbana yang beberapa waktu lalu diekspor ke pasar luar negeri ke Singapura dan Belgia dan secara langsung diluncurkan oleh Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik didampingi Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kamis (1/2/2024) lalu.

Kabar itu, jika Frutiboks dan Kalbana yang merupakan produk UMKM dari olahan asli pisang kepok gerecek mendapatkan apresiasi bagus dari para duta besar (dubes) di luar negeri hingga KBRI. Hal ini terpantau saat Pemkab Kutim melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) menggelar rapat koordinasi terkait promosi dan diseminisasi indikasi geografis lewat produk pisang kepok gerecek Kecamatan Kaubun di Ruang Arau Lantai 2 Kantor Bupati Kutim, Kamis (22/2/2024). DTPHP Kutim pun memutar video testimonial.

Video pertama dari Dubes Republik Indonesia (RI) untuk Vietnam yakni Denny Abdi. Ia mengutarakan Indonesia dan Vietnam memiliki potensi UMKM yang sangat besar dan lebih dari 95 persen usaha di Indonesia dan Vietnam merupakan produk olahan dari UMKM.

BACA JUGA :  Sering Masuk Permukiman Warga, BKSDA Kaltim Selamatkan Induk dan Anak Orang Utan di Muara Wahau

“Untuk itu pengembangan UMKM yang berkualitas sangatlah penting, contohnya saja dua produk UMKM dengan olahan pisang ini yakni Frutiboks dan Kalbana dari Desa Selangkau Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutim diproduksi dari tangan masyarakat yang kini sudah diekspor ke luar negeri,” tegasnya.

Ia menambahkan tidak hanya kualitas produk, namun juga kualitas pengembangan kemasannya sangat baik. “Frutiboks dan Kalbana dapat menjadi contoh UMKM lainnya. Sudah saatnya produk UMKM Indonesia yang berkualitas menembus pasar mancanegara,” urainya.

Kemudian testimonial video kedua selanjutya dari Atase Perdagangan (Atper) KBRI untuk Singapura yakni Billy Anugerah. Ia memaparkan jika produk Frutiboks dan Kalbana, dua olahan snack pisang yang sangat sehat dengan enak rasanya.

“Ini sangat layak menembus pasar luar negeri. Produk asal Kutim yang ada di Provinsi Kaltim ini punya potensi bagus,” terangnya.

Billy pun menambahkan jika cemilan Frutiboks dan Kalbana ini menjadi kebanggaan masyarakat di Kalimantan.

“Saya bangga dengan ibu-ibu dari UMKM dari Kaliorang bisa memproduksi produk UMKM pisang ini. Semoga KBRI Singapura bisa membantu untuk mempromosikan produk ini di Singapura dan kami siap mendukung pemasarannya,” singkatnya dalam testimoni usai mencicipi produk yang sama.

BACA JUGA :  Dinilai Lamban, Proyek MYC Pelabuhan Kenyamukan Bisa Muncul Silpa

Sebelumnya, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik memang menyukai produk UMKM Frutiboks dan Kalbana ini.

“Ternyata rasanya memang luar biasa. Jujur saya tidak menyesal datang ke Kaliorang untuk meluncurkan ekspor Frutiboks dan Kalbana ke Singapura karena memang sekali lagi produk ini kelas premium,” ujarnya.

Melihat gairah para pelaku UMKM di Selangkau, Akmal Malik optimis produk olahan pisang dari Kutim ini akan mampu mengalahkan Brazil dan Philipina.

“Menurut saya produk pisang Kutim ini sangat layak bersaing di pasar global,” jelasnya.

Untuk diketahui, jika Frutiboks dan Kalbana ini merupakan hasil produksi olahan yang dikembangkan oleh Asosiasi UMKM Bersama Bidadari Pesisir dan mendapatkan dukungan dari CSR PT Indexim Coalindo agar dapat memasarkan produknya ke pasaran. PT Indexim Coalindo ini juga membantu pelaku usaha lokal di Kecamatan Kaliorang ini untuk memperoleh izin tersebut.

PT Indexim Coalindo membantu pelaku usaha lokal untuk memproses Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT) dan sertifikasi halal. Adapun SPP PIRT didasarkan pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 22 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. Sedangkan sertifikasi halal merujuk pada Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal.

BACA JUGA :  Pemkab Kutim Optimis Capai Serapan APBD P di KUA-PPAS 2023

Produk lokal yang telah lengkap memperoleh perijinan tersebut ialah hasil olahan pisang dengan merek Frutiboks dan Kalbaba. PT Indexim Coalindo pun turut menggandeng Mutigo Indonesia melakukan pelatihan, pendampingan pada aspek teknis produksi, perizinan, hingga menjajaki peluang pasar domestik dan ekspor. (Rkt)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img