spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dinkes Kaltim Beberkan Lima Tantangan Puskesmas Layani Kesehatan Masyarakat

SAMARINDA– Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membeberkan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) mempunyai lima tantangan di Benua Etam untuk memberikan layanan dasar kesehatan.

“Kami berharap ada sinergi antara Puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan yang lain, pemerintah daerah, dan masyarakat menghadapi tantangan-tantangan. Kami juga berharap ada dukungan dari pemerintah pusat terkait regulasi dan anggaran yang memadai untuk layanan primer,” ujar Jaya, Selasa (28/11/2023).

Lima tantangan Puskesmas sebagai penyedia layanan primer kesehatan masyarakat yaitu (1) kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana, (2) kerja sama multisektoral, (3) pemberdayaan masyarakat, (4) perubahan kebijakan, dan (5) manajemen pelayanan kesehatan.

Lanjutnya, upaya bersama dalam menyelesaikan tantangan pada Puskesmas bertujuan untuk penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas, terintegrasi, dan kesinambungan kepada masyarakat.

Ia juga mengatakan, masih terdapat puskesmas yang belum memiliki ruang isolasi, laboratorium, dan alat kesehatan yang memadai saat menangani kasus Covid-19.

“Kami membutuhkan peningkatan kapasitas SDM dan sarana prasarana di Puskesmas, melalui pelatihan, bantuan, maupun inovasi. Kami juga membutuhkan pengembangan sistem informasi kesehatan yang terintegrasi dan mudah diakses semua pihak,” jelasnya.

BACA JUGA :  Dinkes Kaltim Optimalkan Penurunan Kasus DBD

Menurut Jaya, kerja sama multi-sektoral pada puskesmas belum berjalan efektif dan terintegrasi optimal dengan sektor pendidikan, lingkungan, ekonomi, ataupun sosial.

Pemberdayaan masyarakat, kader, dan tokoh, di sisi lain, telah disadari Dinkes Kaltim sebagai aspek yang belum maksimal.

“Kami perlu memberdayakan masyarakat, kader, tokoh masyarakat sebagai mitra dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan,” bebernya.

Dinkes Kaltim memberikan edukasi, fasilitasi, dan motivasi kepada para pemangku kepentingan agar berperan aktif mencegah dan mengatasi masalah kesehatan di lingkungan.

“Perhatian kami pada aspek-aspek seperti standar pelayanan, akreditasi, supervisi, pengawasan, dan evaluasi, serta insentif dan sanksi bagi puskesmas dan fasilitas pelayanan lain yang terlibat dalam integrasi layanan primer,” tandasnya. (ADV/nta)

Pewarta : Ernita
Editor : Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img