spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Belum Ada Opsi Penggusuran, Pemukiman Kumuh di Kelurahan Bugis Bakal Ditata

TANJUNG REDEB – Pemukiman kumuh di bantaran Sungai Kelay Kelurahan Bugis bakal dirapikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Agar terlihat lebih rapi apalagi, banyak dilewati wisatawan yang berangkat dari Dermaga Sanggam.

Wakil Bupati Berau Gamalis meninjau langsung pemukiman tersebut pada Jumat (8/9/2023) sore. Dengan menyusuri Sungai Kelay sepanjang 1 km yang terdiri dari 4 RT yang terdiri dari sekitar 1.000 Kartu Keluarga (KK). didampingi instansi terkait dan rombongan. Di mana sebelumnya mereka telah mengadakan rapat internal sebelum menyusuri sungai.

“Kami mencoba untuk menyamankan mata terkait dengan bantaran Sungai Kelay yang hari ini sudah kita susuri itu terlihat sangat memprihatikan. Bahkan dari sisi estetika sudah lepas,” terangnya, Jumat (8/9/2023).

Terlebih Kabupaten Berau dicanangkan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dan penataan tersebut tidak bisa dipisahkan dari keindahan tata kota. Tentunya harus ditangani secara baik dan rapi yang memiliki nilai estetika.

Saat ini baru direncanakan untuk penanganan jangka pendeknya. Yakni dengan merapikan pemukiman tersebut agar tidak terlihat kumuh.

BACA JUGA :  Tahanan Polres Berau Dapat Binrohtal

“Mungkin saja nanti akan dicat warna warni. Mungkin nanti akan di cat warna warni, bisa dengan graffiti ataupun dengan keindahan yang lain. Kita sesuaikan dengan desain yang akan dibuat,” katanya.

Pihaknya juga telah menyiapkan perencanaan jangka panjang. Lantaran waktu yang tidak cukup hingga akhir tahun hanya bisa dilakukan penanganan jangka pendek.

Pun belum akan dilakukan penggusuran sebab hal itu harus diperhitungkan matang-matang. Serta harus siap dengan dampak sosial ekonomi yang akan ditimbulkan. Selanjutnya, jelas akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat setelah desain yang disusun selesai dan dipublikasikan.

“Kalau kita bicara jangka panjang waktu kita tidak akan cukup, dan kalau dilakukan penggusuran kita harus perhitungankan dengan baik dan harus memikirkan dampak sosialnya,” paparnya.

Gamalis menilai sisi bantaran Sungai Kelay sebelahnya yakni di Kelurahan Sambaliung sudah bagus. Jika ada yang perlu dibenahi bisa saja akan dilakukan pengecatan ulang titik per titik.

Terkait sumber dana rencananya akan diusahakan dengan bantuan pihak ketiga melalui dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pihaknya belum dapat memastikan apakah dapat menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Ditakutkan berbenturan dengan aturan yang berlaku.

BACA JUGA :  BKPP Berau Tunggu Edaran Pusat Terkait Rekrutmen CPNS 2023

“Tapi kalau tidak diperbolehkan, kita akan usahakan dengan bantuan pihak ketiga. Saat ini kami fokus memikirkan penanganan jangka pendeknya,” pungkasnya.

Sementara, Lurah Kelurahan Bugis Kecamatan Tanjung Redeb, Muhammad Hidayat menyampaikan, pihaknya tentu menyambut terkait penanganan kawasan pemukiman di lingkungannya.

Pihaknya juga mengakui bahwa rumah-rumah warga di sana memang terlihat kumuh dan akan mengurangi daya tarik wisata di Berau khususnya di Kelurahan Bugis.

“Karena wisatawan kita kalau berwisata ke pesisir pantai dan melalui Dermaga Sanggam pasti melewati pinggir sungai ini. Jangan sampai salah fokus ke kondisi rumah warga yang kumuh dan tidak terawat,” ucapnya.

Dijelaskannya, pemukiman di bantaran Sungai Kelay tersebut terbangun sudah sejak tahun 1980an. Berkembang hingga tahun ini KK di sana mencapai sekitar 1.000 KK.

“Sebenarnya sejak 2019 lalu sudah ada perencanaan untuk penataan kawasan tapi dialihkan untuk pandemi Covid-19. Kalau dilaksanakan pasti sudah bagus dan tertata sekarang,” tuturnya.

Hidayat berharap, rencana jangka panjang yang disampaikan Pemkab Berau bisa segera terealisasi tahun ini. Meskipun memang baru jangka pendek. Pihaknya sangat berharap pihak ketiga dapat membantu penanganan tersebut.

BACA JUGA :  Pemkab Berau Akan Salurkan THR untuk ASN 

“Kami juga ada dana RT yang diberikan Pemkab Berau Rp 50 juta per tahun. Tapi kami juga tidak berani menggunakan dana tersebut karena takut terbentur regulasi,” terangnya. (mnz/dez)

Pewarta: Amnil Izza
Editor: Dezwan

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img