spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Warga Sudah Lelah, Banjir Kembali Rendam Sangatta 

SANGATTA– Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Sangatta, terutama di Kecamatan Sangatta Utara maupun Kecamatan Sangatta Selatan, Rabu (11/5/2022).

Padahal, cuaca di dua kecamatan itu terpantau panas terik. Namun sejumlah warga menginformasikan hujan deras di hulu menyebabkan banjir kembali melanda. Bahkan, banjir sudah menggenangi rumah warga, terutama di lokasi langganan banjir, sejak Rabu (11/5/2022) dini hari.

Kondisi ini membuat ribuan rumah warga yang tersebar di beberapa RT di Kecamatan Sangatta Utara, kembali terendam banjir.

Mulai dari Jalan Durian RT 31 dan 06 yang berada di pinggir sungai, di mana sebagian besar tergenang air dengan ketinggian sekitar 20 hingga 50 cm, Gang Kapital RT 57 ketinggian sepaha orang dewasa atau sekitar 20 sampai 70 cm. Banjir juga melanda Gang Majai RT 44 terutama warga yang tinggal di pinggir sungai dengan ketinggian  20 hingga 50 cm, Gang PLN (RT 60) Majai (RT 61) Mursalin (RT 62) dan Gang Nita (RT 38) yang berada di pinggir sungai sebagian besar telah tergenang air dengan ketinggian lebih kurang 20 cm, Sepanjang Jalan Guru Besar dan Jalan Dahlia RT 33 dan 56 tergenang air dengan ketinggian antara 20 cm sampai 60 cm (Setinggi Paha), Rawa Indah RT 11 tergenang air dengan ketinggian 30 cm sampai 60 cm, Teluk Rawa 2 dan 4 RT 16 tergenang air dengan ketinggian lebih kurang 40 cm, Jalan PDAM RT 22 tergenang air dengan ketinggian kurang lebih 30 sampai 70 cm dan sepanjang pinggir sungai, Gang Cempaka RT 54 tergenang air dengan ketinggian lebih kurang 30 sampai 50 cm

BACA JUGA :  869 Pemancing Semarakkan SIFT di HUT ke-24 Kutim

“Kalau di Pinang Dalam ketinggian air sudah selutut orang dewasa,” kata seorang warga bernama, Fitriyani kepada Media Kaltim.

“Air masih terus naik sejak subuh tadi. Belum hilang capek abis banjir sebelum Lebaran tempo hari, ini naik lagi,” keluhnya.

Ia berharap pemerintah agar sigap dalam penetapan status bencana. “Belajar dari banjir sebelumnya lambat penetapan status banjir sehingga air sudah meluap baru kalang kabut,” tuturnya.

Fitri juga meminta pemerintah melalui BPBD agar pengadaan perahu karet perlu jadi perhatian. “Sangatta bisa dikatakan sekarang sudah jadi langganan banjir maka perlu jadi perhatian untuk fasilitas seperti perahu karet ini,” tutupnya. (ref)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img