Universitas Djuanda Bedah Buku Dian Rana, Mantan Wakil Kepala OIKN Ikut Hadir

BOGOR — Universitas Djuanda menjadi tuan rumah peluncuran buku Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar karya Dian Rana, warga Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara.

Peluncuran buku dikemas dalam agenda “Talkshow Bedah Buku” yang berlangsung di lingkungan kampus Unida Bogor, Rabu (20/5/2026).

Sejumlah akademisi dan tokoh hadir sebagai penanggap dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik Unida Bogor, Aal Lukmanul Hakim, Dekan Fakultas Hukum Nurwati, serta dosen Magister Hukum Achmad Jaka Santos Adiwijaya.

Acara juga dihadiri mantan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Dhony Rahajoe, serta Syarif Bando yang memberikan dukungan terhadap lahirnya karya dokumentatif mengenai perjalanan pembangunan IKN.

Buku setebal 408 halaman tersebut memuat pengalaman langsung Dian Rana dalam menyaksikan dan mendokumentasikan pembangunan IKN sejak tahap awal.M

Buku setebal 408 halaman yang dikupas dalam kegiatan itu merupakan pengalaman langsung Dian Rana dalam menyaksikan dan mendokumentasikan pembangunan IKN dari awal.

“Buku ini menghadirkan sudut pandang personal tentang perjalanan pembangunan nasional yang sedang berlangsung, dengan pendekatan yang humanis, jujur, dan dekat dengan pengalaman masyarakat. Ini tentu sangat inspiratif,” tutur Aal Lukmanul Hakim.

Dalam forum bedah buku, para penanggap menyoroti pentingnya dokumentasi sosial dalam pembangunan bangsa, khususnya bagaimana perspektif masyarakat dapat menjadi bagian dari catatan sejarah yang hidup dan autentik.

“Ini menarik ya, direkam, sampai ditulis menjadi buku juga,” sebutnya.

Dukungan terhadap buku ini juga disampaikan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Dari IKN ia menilai karya tersebut memiliki kekuatan pada kejujuran narasi dan kedekatannya dengan realitas lapangan.

“Ada sesuatu yang berbeda dari cara Dian Rana menyampaikan apa yang ia lihat. Tidak ada agenda. Tidak ada kepentingan. Hanya seorang manusia biasa yang datang, berdiri di tengah proses pembangunan, dan bercerita apa adanya. Kita butuh orang seperti Dian Rana. Seseorang yang datang sendiri, merekam sendiri, dan membagikannya kepada jutaan orang. Justru itulah yang membuat masyarakat percaya. Yang dia bawa bukan kepentingan, tapi kejujuran,” ucap Basuki.

Sekadar informasi, peluncuran buku ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sekaligus menghadirkan ruang dialog antara akademisi, masyarakat, dan pembangunan nasional.

Penulis sendiri berharap hadirnya buku ini dapat memberikan perspektif baru tentang IKN, bukan hanya sebagai proyek pembangunan fisik, tetapi juga sebagai perjalanan sosial dan sejarah bangsa Indonesia. Sehari sebelumnya, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) resmi menetapkan dokumentasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) karya Dian Rana, warga Kecamatan Sepaku, sebagai Arsip Statis Nasional.

Penetapan tersebut dilakukan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima Arsip Statis antara kepala ANRI dan Dian Rana, dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Penyelenggaraan Kearsipan Orpol dan Ormas yang berlangsung di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Pewarta: Atmaja Riski
Editor : Nicha R

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.