spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Uji Coba Pembelajaran Bahasa Inggris yang Menyenangkan di Elai Kampung Inggris

BONTANG – Memberikan edukasi dan pendampingan pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak tentunya harus memiliki trik khusus. Tentu tujuannya, untuk memberikan kenyamanan dan Bahasa Inggris bisa makin diminati oleh anak-anak.

Putri Emiliya Qadaria, salah seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik — Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Mulawarman (Unmul) mengungkapkan bahwa Kelurahan Elai, Kota Bontang , Kalimantan Timur (Kaltim) telah melakukan uji coba penerapan program Elai Kampung Inggris yang diperuntukkan bagi anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Penerapan program Elai Kampung Inggris ini, guna mengimplementasikan program Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh sebab itu, Kelurahan Gunung Elai pun membangun Kampung Inggris sebagai uji coba pengaplikasiannya.

“Selama 2 bukan sejak 28 Mei hingga 30 Juli 2023, Elai Kampung Inggris  menerapkan sistem pembelajaran Bahasa Inggris dasar yang menyenangkan,” ungkap Putri dalam keterangannya, Jumat (11/8/2023).

Dijelaskan, program ini berada di bawah binaan karang taruna Kelurahan Gunung Elai yang bersifat non profit dengan menggaet beberapa volunteer yang bersedia mengajar di Elai Kampung Inggris ini.

BACA JUGA :  Momen Nataru, Polres Bontang Gencarkan Operasi Prokes

“Untuk sementara waktu sasaran yang dituju dari program ini belum bersifat umum dan masih diperuntukkan untuk anak-anak SD yang berada di wilayah RT 20 dan RT 45 Kelurahan Gunung Elai saja.

Kartika selaku Pembina di Elai Kampung Inggris turut menerangkan bahwa sistem pembelajaran yang diterapkan tentunya bersifat fleksibel dan menyenangkan. Yakni, belajar dasar Bahasa Inggris sehari-hari dengan selingan kegiatan yang menyenangkan seperti bermain games sederhana. Misalnya, menebak Bahasa Inggris  dari nama-nama binatang, warna, buah, profesi, dan lain-lain dari gambar yang telah tersedia.

Selain itu, lanjut Kartika, kegiatan lainnya adalah  menonton film animasi yang menggunakan Bahasa Inggris, kuis-kuis berhadiah snack sebagai reward jika mereka dapat menjawab pertanyaan. Sehingga menghasilkan antusiasme anak-anak dalam belajar dan mengenal kosa kata baru dalam bahasa Inggris.

“Melihat dari hasil observasi uji coba program ini, administrasi, manajemen, dan anggaran menjadi kendala yang perlu dibenahi untuk terlaksananya program ini dengan maksimal,” tuturnya.

Wanita yang akrab disapa Miss Tika ini juga menjelaskan bahwa  program ini masih memerlukan beberapa volunteer yang bersedia aktif mengajar Bahasa Inggris, meskipun ada beberapa volunteer sebelumnya yang masih berkenan untuk lanjut mengajar.

BACA JUGA :  Pemuda Kutim Jadi Tersangka karena Bawa Sajam Saat Eksekusi Lahan

Program ini juga diharapkan dapat berguna bagi para volunteer pengajar Bahasa Inggris sebagai wadah melegalkan dirinya sebagai pengajar Bahasa Inggris. Pasalnya, di Bontang sendiri belum ada legalisasi untuk TOEFL, TOEIC, dan lain-lain. Meskipun diakui,  legalisasi tersebut sangat penting digunakan sebagai keperluan bekerja maupun daftar kuliah.

“Harapan lainnya, setelah vakum selama sebulan untuk berbenah dan mempersiapkan kelanjutan setelah dilakukannya uji coba ini bisa berlanjut dan dapat dikenal dengan instansi-instansi terdekat,” tambah Kartika. (rls/cha)

Penulis
Nama: Putri Emiliya Qadaria
Prodi: Ilmu Komunikasi
Fakultas: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Mahasiswa S1 Universitas Mulawarman

Putri Emiliya Qadaria

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img