spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Turun 7,52 Persen, Bupati Apresiasi Penanganan Stunting di Mahulu

MAHAKAM ULU – Bupati Bonifasius Belawan Geh mengapresiasi dan berterima kasih atas kerja keras TPPS Kabupaten Mahulu, dan semua pihak yang terlibat dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mahulu.

Hal tersebut diungkapkan melalui Wakil Bupati Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Yohanes Avun membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Mahulu, di ruang rapat Bappelitbangda, Selasa (20/2/2024).

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah bekerja keras dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Mahulu, berkat Kerjasama dan komitmen Bersama, capaian angka prevalensi stunting kita telah menunjukkan penurunan,” tuturnya.

Wabup menyebutkan, data penurunan stunting ini menunjukkan hasil yang signifikan. Di mana tahun 2021 dari 20,30 persen di tahun menjadi 14,80 persen di tahun 2022.

“Namun untuk penurunan tetap terus diupayakan. Melalui data per Agustus 2023 mengalami penurunan lagi sebesar berada pada angka 7,52 persen, untuk perolehan data selanjutnya sambil menunggu rilis dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI),” ucap Wabup.

BACA JUGA :  Bupati Mahulu Minta Sinergi Lintas Instansi Tangani Masalah Pasca Banjir di Long Lunuk

Diingatkan Wabup Kembali, bahwa tidak boleh terlena dengan capaian sebelumnya, dan harus terus berbenah diri untuk mengejar target penurunan stunting yang telah ditetapkan oleh kementerian.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Timur Syahrul Umar, menyampaikan pada saat rembuk stunting beberapa waktu lalu bersama TPPS DKP2KB Kabupaten Mahulu, prevalensi stunting di Mahulu sudah turun.

“Kami juga sudah melihat dan sangat mengapresiasi langkah-langkah apa saja yang sudah diambil Pemkab Mahulu guna percepatan penurunan stunting, seperti contoh adanya inovasi dengan program Mahakam Ulu Bebas Stunting (Mubes). Ada tiga bagian pokok penting yang menjadi unggulan yaitu pertama Program Ayah/Ibu Asuh, selanjutnya PMT bagi balita dan kegiatan makan sayur dan buah bagi anak sekolah serta,” katanya.

Dalam kesempatan ini juga Syahrul mengingatkan, bahwa penurunan stunting ini, bukan hanya pekerjaan Dinas Kesehatan saja namun seluruh pihak yang tergabung dalam TPPS Mahulu harus terlibat secara penuh. (Prokopim/aim-ADV-MKN)

Pewarta:Ichal
Editor : Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img