TRC DPUPR Berau Bergerak Cepat, Tiga Ruas Jalan Rusak Ditangani Sekaligus

BERAU – Upaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat terus dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau. Melalui Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, perbaikan jalan kembali digencarkan dengan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah titik kerusakan.

Kali ini, penanganan difokuskan pada tiga ruas jalan yang dinilai cukup vital, yakni Jalan Poros Samburakat di Kecamatan Gunung Tabur, serta Jalan Bukit Berbunga dan Jalan Poros Limunjan di Kecamatan Sambaliung.

Ketiga ruas tersebut menjadi prioritas karena mengalami kerusakan berupa lubang jalan yang berpotensi mengganggu kenyamanan hingga membahayakan pengguna jalan.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan PUPR Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa pengerahan TRC merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan masyarakat dan hasil pemantauan langsung di lapangan.

“Kami langsung turunkan tim untuk menangani kerusakan yang ada, terutama lubang-lubang jalan. Ini penting agar tidak semakin melebar dan menimbulkan risiko bagi pengendara,” ujarnya.

Perbaikan yang dilakukan merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin infrastruktur jalan. Dalam pelaksanaannya, TRC fokus pada metode penambalan atau patching sebagai langkah cepat untuk menjaga kondisi jalan tetap layak dilalui.

Untuk mendukung efisiensi kerja, tim menggunakan teknologi Cold Pave atau metode hamparan dingin. Material ini dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan proses pemanasan seperti aspal konvensional, sehingga dapat mempercepat waktu pengerjaan di lapangan.

Selain itu, penggunaan Cold Pave juga memungkinkan mobilisasi yang lebih mudah, terutama pada lokasi yang membutuhkan penanganan segera. Meski dikerjakan dalam waktu singkat, material ini tetap memiliki daya tahan yang cukup baik untuk menutup lubang jalan.

Junaidi menambahkan, strategi ini dipilih agar proses perbaikan tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di ruas jalan yang memiliki lalu lintas cukup padat.

“Dengan metode ini, pekerjaan bisa dilakukan lebih fleksibel dan cepat. Kami ingin memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar, termasuk akses distribusi logistik di wilayah Gunung Tabur dan Sambaliung,” jelasnya.

Dirinya menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kemantapan jalan melalui pemeliharaan berkala. Keberadaan TRC diharapkan mampu menjadi solusi cepat dalam menangani kerusakan jalan sebelum berkembang menjadi lebih parah.

“Kami berharap tingkat keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat terus terjaga, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada kelancaran akses transportasi,” pungkasnya. (Ril)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.