spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Transformasi Pendidikan di Era New Normal pada Masyarakat Multikultural

Dalam masyarakat yang saling menjaga komunikasi, terjadi suatu dinamika kelompok yang dibedakan oleh suatu budaya, ras, suku, bangsa, dan bahasa yang disebut sebagai masyarakat multikultural.

Masyarakat multikultural mencakup seluuruh masyarakat yang terlibat dalam menjalin hubungan yang didasarkan pada komunikasi. Komunikasi bisa gagal bila menimbulkan kesalahpahaman atau konflik. Kesalahpahaman bisa terjadi karena perbedaan budaya yang terdapat dalam masyarakat multikultural.

Masyarakat berarti suatu kesatuan kehidupan manusia yang bekerja sama menurut suatu sistem kebiasaan-kebiasaan tertentu yang terus menerus dan dihubungkan oleh emosi-emosi yang sama.

Multi berarti banyak atau berbeda sedangkan kultural berarti budaya. Oleh Karena itu, masyarakat multikultural adalah masyarakat dengan banyak struktur budaya. Hal ini dikarenkan banyak suku bangsa yang memiliki yang memiliki struktur budaya sendiri yang berbeda dengan suku bangsa lainnya. Pada hakekatnya konsep masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri dari banyak kebudayaan yang ada.

Menurut ungkapan para tokoh Antropologi seperti Goodenough, 1971; Spradley, 1972; dan Geertz, 1973 mendefinisikan arti kebudayaan di mana kebudayaan meerupakan suatu sistem pengetahuan, gagasan dan ide yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat yang berfungsi sebagai landasan pijak dan pedoman bagi masyarakat itu dalam bersikap dan berperilaku dalam lingkungan alam dan sosial di tempat mereka berdua (Sairin, 2002).

BACA JUGA :  Fenomena Banjir dan Pembangunan IKN

Dalam kebudayaan terdapat banyak nilai yang saling berintegrasi dan salah satunya adalah pendidikan. Pendidikan dan kebudayaan merupakan hubungan timbal balik yang tidak dapat dipisahkan.

Hal ini dikarenakan pendidikan memiliki nilai-nilai dasar yang di ambil dari kebudayaan dan menjadi cerminan nilai-nilai kebudayaan itu sendiri. Pendidikan memiliki banyak fungsi dalam kebudayaan. Selain sebagai cerminan nilai, pendidikan juga dapat menjadi mediator bagi kebudayaan.

Pendidikan sendiri berkembang mengikuti kebudayaan dan kebudayaan menyediakan kebutuhan nilai dasar dalam pendidikan. Pendidikan sebagai mediator kebudayaan adalah bahwa terkadang ada nilai kebudayaan yang tidak bisa hanya dikeluarkan melalui aspek kebudayaan saja.

Harus ada pendukung ataupun menjadi pembuka jalan untuk menemukan hubungan ke aspek lain atau untuk ke aspek itu sendiri dan salah satunya adalah pendidikan itu sendiri. Dalam pandemi yang kita hadapi, perubahan kebudayaan bukanlah hal yang dapat dihindari.

Sebelum adanya new normal, kebudayaan pendidikan kita sangat mengedepankan kebudayaan sekolah berdasarkan tatap muka yaitu secara offline. Namun karena pandemi, kebudayaan tersebut berubah menjadi online atau secara daring sehingga banyak aktivitas yang berubah karena adanya halangan yang ada dalam pandemi ini.

BACA JUGA :  Apel Gabungan HUT ke-50, Danramil Anggana Berharap Korpri Semakin Baik

Dalam menghadapinya, banyak juga perubahan yang dilakukan bukan hanya oleh individu namun oleh dinamika kelompok yang terlibat didalamnya seperti murid, guru, sekolah bahkan pemerintah.

Dan dalam dinamika kelompok yang berbeda ini, tiap dinamika kelompok terdiri dari perbedaan suku bangsa, ras, suku, budaya yang membangun dinamika kelompok tersebut sehingga persiapan matang memang harus menjadi bagian dari rencana. Rencana menghadapi dinamika kelompok ini adalah dengan membuat perubahan kondisi namun tetap berdasar pada kebudayaan lama. Perubahan itu adalah new normal.

Dalam kebudayaan pendidikan yang dulu, tatap muka adalah hal yang paling penting karena penyampaian secara langsung biasanya adalah penyampaian paling tepat dikareenakan ekspresi yang dapat tertangkap dan penyampaian dapat tertangkap juga.

Dalam new normal, tatap muka tetap dilaksanakan namun tetap dengan protokol kesehatan yang ada. Salah satu contoh kebudayaan new normal dalam pendidkan adalah pertukaran mahasiswa. Contoh yang saya ambil adalah pertukaran mahasiswa yang ada di Unmul.

Mahasiswa yang berasal dari luar yaitu Jawa datang ke Samarinda untuk mempelajari bagiamana budaya secara umum termasuk kebudayaan pendidikan yang ada. Dengan datangnya mahasiswa luar ke sini, diharapkan kita menjadi lebih tahu bahwa kebudayaan pendidikan di luar seperti apa sehingga kita tahu mengapa pendidikan di Jawa lebih maju dari semua provinsi di Indonesia.

BACA JUGA :  Propam Polres Bontang Gelar Pemeriksaan Senpi Dinas

Dengan adanya perubahan kebudayaan dalam pendidikan di masa new normal, diharapkan bahwa komunikasi multikultural dapat dipandang bukan hanya dari sisi pandang komunikasi secara umum tapi dapat dipandang dari berbagai aspek terutama pendidikan yang menjadi fondasi penting bagi negara. (**)

Referensi
Normina. 2017. Pendidikan dalam Kebudayaan. Ittihad Jurnal Kopertais Wilayah XI Kalimantan. 15,22. https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/ittihad/article/download/1930/1452.

Penulis: Salsabiil Sunarya; Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman

 

 

 

 

 

 

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img