spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tingkatkan Kapasitas dan Kinerja Pegawai, DWP BPKAD Kaltim Gelar Pelatihan Etika Pergaulan

SAMARINDA – Dalam rangka mendukung peningkatan kapasitas para pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Timur, Pelatihan Etika Pergaulan, di Aula Serbaguna Lantai 5 Kantor BPKAD Kaltim, Selasa (27/6/2023).

Sebagai narasumber, dihadirkan Ketua DWP Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-PERA) Kaltim, Marliana Firnanda yang sekaligus juga ketua DPD Ikatan Pengembang Kepribadian Indonesia (IPPRISIA) Kaltim.

Ketua DWP BPKAD Kaltim, Nina Irni Yunita Fahmi menyampaikan, sengaja menambahkan kegiatan pelatihan dalam pertemuan rutin bulanan DWP BPKAD Kaltim, untuk mendukung peningkatan kinerja instansi tersebut. Karena itu, pelatihan tidak hanya diikuti pengurus dan anggota DWP BPKAD Kaltim, tapi juga para pegawai ASN dan non-ASN di kantor tersebut.

“Semoga ibu-ibu Dharma Wanita dan seluruh pegawai yang mengikuti kegiatan ini, bisa mendapatkan manfaat positif dari kegiatan pelatihan ini. Sehingga bisa diaplikasikan dalam dunia kerja dan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat membuka kegiatan pelatihan.

BACA JUGA :  Momen Hari Bhayangkara ke-77, Polresta Samarinda Komitmen Tingkatkan Kinerja Lebih Baik  

Dia berharap, kegiatan rutin bulanan yang dilakukan, bisa mempererat tali silaturahmi ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan.

Sementara itu, sebagai narasumber, Marliana Firnanda menegaskan pentingnya melakukan segala aktivitas dari hati. “Apa yang kita lakukan semua bermula dari hati. Dari hati akan menjadi pikiran, selanjutnya akan menjadi ucapan. Dari ucapan akan menjadi tindakan, dan selanjutnya akan menjadi kebiasaan serta akan menjadikan karakter. Karakter ini akan menjadi penentu keberhasilan,” beber Marliana.

Disampaikan, etika pergaulan sangat penting karena akan memberikan nilai tambah kepada individu dalam meningkatkan citra pribadi, memberi kepercayaan diri, serta membuat seseorang disenangi. Selain itu juga memudahkan hubungan dengan orang lain, hingga lebih mapan dan mantap dalam hidup bermasyarakat.

“Dalam etika pergaulan sehari hari, yang kita butuhkan hanyalah mata dan telinga untuk memperhatikan orang lain, bukan menonjolkan diri sendiri. Yang harus dilakukan adalah mengamati , bagaimana setiap orang bereaksi dan berinteraksi, bagaimana mimik wajah, nada suara dan bahasa tubuh,” jelasnya.

Marliana kemudian memberikan tips agar mampu memahami perasaan orang lain dalam pergaulan di kehidupan sehari hari. Di antaranya, berusaha mengosongkan pikiran dan membebaskan diri dari segala prasangka. Selalu tanamkan juga dalam diri, bahwa setiap memasuki sebuah ruangan, maka kita sejatinya bisa mengubah suasananya.

BACA JUGA :  Ini 22 SPBU “Pertalite Harga Premium” di Balikpapan dan Samarinda, Tidak Berlaku untuk Mobil Pribadi/Dinas

“Perlu disadari juga bahwa orang yang ada dalam ruangan telah berada di dalam ruangan tersebut lebih lama. Karena itu, perhatikan mereka dan kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dengan efisien,” katanya.

Tips berikutnya adalah, untuk membuat suasana nyaman, harus menjaga tata krama, serta membaca apapun yang tersirat, mulai dari ekspresi wajah dan kondisi energi ruangan. “Mari menjadi orang yang cepat melihat, membaca dan memahami sinyal,” pesannya.

Kegiatan pelatihan etika pergaulan tersebut disambut antusias oleh para peserta. Terbukti dari tanya jawab dan diskusi yang berlangsung usai penyampaikan materi dari narasumber. (cha)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img