spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tindak Lanjuti Arahan Bupati, Dishub Berau Koordinasi ke Kemenhub

JAKARTA– Dinas Perhubungan (Dishub) Berau mendatangi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melaporkan kondisi transportasi udara di Bumi Batiwakkal.

Kepala Dishub Berau Andi Marewangeng, mengatakan,  laporan terkait tingginya harga tiket pesawat serta masih terbatasnya penerbangan ke Berau. Pasalnya, saat dilakukan perhitungan bersama, diketahui harga tertinggi berkisar Rp 1,6 juta, sementara saat ini harga tiket ke Berau dengan pesawat jenis ATR, bisa tembus hingga Rp 1,8 juta.

“Kami bertemu ibu Sarbani, Kepala sub unit PPTAU DAU (Pembinaan, Pengusahaan dan Tarif Angkutan Udara) Direktorat Angkutan Udara. Kemenhub menyampaikan akan menindaklanjuti dan mengevaluasi terkait tarif penerbangan ke Berau ini,” ungkapnya

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Berau berharap dukungan Kemenhub  agar pesawat berbadan lebar bisa kembali melayani penerbangan ke Berau. Dengan pesawat jenis Boeing maka harga tiket akan lebih murah. Selain itu dengan masuknya maskapai lain maka akan ada pesaing yang tentu juga menawarkan harga tiket yang bersaing. “Ini juga yang tadi kami sampaikan agar bisa kembali ada penerbangan pesawat Boeing, terlebih fasilitas bandara sudah mendukung dan pernah melayani penerbangan ini,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kisah Perjuangan Rumah Cokelat Kulanta Kembangkan Potensi Daerah

Salah satu solusi yang ditawarkan agar operator penerbangan dengan pesawat berbadan lebar bisa melayani penerbangan ke Berau, dikatakannya, dengan melakukan blok seat. Dengan pola ini, menurut Andi, memberikan kepastian keterisian kursi bagi maskapai.

Selain ke Kementerian Perhubungan, sesuai arahan Bupati Berau, Tim Dishub  melakukan pertemuan dengan manajemen Sriwijaya Air, yang sebelumnya pernah melayani rute penerbangan ke Berau dengan Boeing 737 seri 300 dan 500.

Tim bertemu dengan Direktur Niaga Sriwijaya Air, Henoch Rudi Iwanudin dan Senior Manager, Raykevin Maramis, Kadishub menyampaikan harapan Pemkab Berau agar Sriwijaya Air bisa kembali membuka rute penerbangan ke Berau. Pada prinsipnya, manajemen Sriwijaya Air siap dan meminta dukungan dari Pemkab Berau guna mewujudkan rencana ini. Baik dengan pola bisnis to bisnis maskapai Sriwijaya Air dengan perusda maupun dengan sistem carter penerbangan Berau-Balikpapan. “Maskapai Sriwijaya sudah berencana membuka rute Balikpapan-Jakarta pada pertengahan Oktober, tentu ini perlu kita sambut baik agar bisa berlanjut ke Berau,” ungkapnya.

Menindaklanjuti pertemuan, dikatakan Andi, manajemen Sriwijaya Air akan menjadwalkan kunjungan ke Balikpapan dan Berau pada pekan depan. Mereka  juga akan mengundang untuk audiensi bersama Bupati Berau dan pihak terkait guna membahas kembali harapan maskapai berbadan lebar ini, bisa menambah transportasi udara di Bumi Batiwakkal. (Hms/Dez)

BACA JUGA :  Bakal Dapat DBH, Disbun Berau Siapkan Data Produksi Besaran TBS Kelapa Sawit
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img