spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tilang ETLE Belum Maksimal, Ketua DPRD Dukung Pengadaan Kamera ETLE

BONTANG –  Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mendukung pengadaan perangkat kamera berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) oleh Polres Bontang. Sebab, menuurt Politisi Partai Golkar ini, tilang ETLE  dirasa belum cukup maksimal diterapkan di Kota Bontang.

“Namun, untuk permintaannya ini akan disesuaikan dengan keadaan keuangan daerah,” tutur Andi Faizal. “Kalau memang mau diusulkan beberapa titik dulu di anggaran perubahan bisa saja, kita tinggal tunggu proposal dari Polres Bontang,” tambah Faizal.

Menurutnya pemasangan kamera ETLE di Bontang sangat berguna meminimalisir pelanggaran lalu lintas dan menekan angka kecelakaan. “Ini juga bisa merekam jejak pelaku ketika ada tindakan kriminal di jalan,” sebutnya.

Sebelumnya, Kapolres Bontang AKBP  Yusep Dwi Prasetiya mengakui pemberlakuan tilang elektronik di Kota Bontang belum maksimal. Sebab, tilang elektronik berbasis android tidak terkoneksi dengan server Korlantas Polri dimana pengunaannya masih semi manual.

Selain itu tilang elektronik berbasis android merupakan inovasi dengan menggunakan handphone. “Ketika petugas menfoto pelanggar, server secara otomatis akan mencari identitas kendaraan. Tetapi itu tidak terkoneksi dengan data NIK (Nomer Induk Kependudukan) dan lain sebagainya. Tilang elektronik berbasis android hanya ada di Kaltim saja.” ungkapnya di sela pisah sambut Kapolres Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (11/7/2022).

BACA JUGA :  Dimediasi DPRD Bontang, PT BKU dan PT BSP Sepakat Damai untuk Kelola SPBN Tanjung Limau, Inilah Poin Kesepakatannya

Namun, dirinya akan mendorong penggunaan kamera ETLE di Bontang. Sebab ETLE sangat efektif ketimbang turun kelapangan melakukan mobile handphone untuk menjaga trasparansi dan menjaga pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh anggota atau masyarakat.

Kedepan AKBP Yusep Dwi Prasetiya akan mengkomunikasikan dengan Pemerintah Kota Bontang, juga dengan Gubernur Kaltim. “Rencana pengadaan ETLE InsyaAllah akan kami follow up semoga di Bontang bisa di Acc,” sambungya.

Ia menyebut harga kamera ETLE terbilang cukup mahal di mana harga satuannya di kisaran Rp 200 juta. Di Bontang ia pun akan melakukan koordinasi dengan Forkompinda termasuk dengan stakeholder melalui dana CSR. (adv)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img