spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terdeteksi saat Karantina Rutin, Kronologis Terpaparnya Puluhan ABK Vietnam

Puluhan warga negara Vietnam terkonfirmasi positif Covid-19 setiba di Samarinda via laut, beberapa hari lalu. Sebanyak 18 orang di antaranya mengalami gejala berat. Sedianya, mereka hendak membawa hasil alam Kaltim. Kini, dua di antara mereka menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kepada kaltimkece.id jaringan mediakaltim.com, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Samarinda, Solihin, membeberkan kronologi kasus. Pada Ahad, 5 Desember 2021, KKP menerima laporan, sebuah kapal asing berinisial MV VTO bakal masuk perairan Kaltim. Kapal dari Pelabuhan Ho Chi Minh, Vietnam, itu membawa 22 anak buah kapal (ABK).

“Semua ABK adalah warga negara Vietnam,” lapor Solihin, Jumat, 10 Desember 2021.
Keesokan harinya, MV VTO bersandar di Pelabuhan Muara Berau, Samarinda. Misi kapal tersebut, sebut Solihin, membawa batu bara. Akan tetapi, sebelum misi itu dijalankan, para ABK menjalani karantina. Pemerintah mewajibkan seluruh kedatangan dari luar negeri menjalani karantina selama masa pandemi Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, KKP Samarinda melakukan pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan dokumen kesehatan, sanitasi kapal, suhu, saturasi oksigen darah (SpO2), hingga uji usap terhadap para ABK MV VTO menggunakan rapid antigen. Hasilnya, 18 ABK dinyatakan terinfeksi virus corona. Petugas kemudian memeriksa sekali lagi semua ABK menggunakan polymerase chain reaction alias PCR. Hasilnya keluar pada Selasa, 7 Desember 2021.

BACA JUGA :  Nyawa Ditebus “Uang Damai” Rp 125 Juta, Penyidik Polda Kaltim Periksa Kerabat Herman, Korban Kekerasan 6 Oknum Polisi

“Hasil tes PCR, 20 dari 22 ABK tersebut terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkap Solihin. Mengetahui hal tersebut, KKP memerintahkan para ABK menjalani isolasi mandiri di kapal. Selain itu, petugas melacak orang yang berkontak erat dengan ABK dan menyemprotkan disinfektan ke sekujur MV VTO.

Di samping itu, KKP terus berkomunikasi kepada sejumlah pihak berwenang. Di antaranya, Dinas Kesehatan Kaltim, Dinas Kesehatan Samarinda, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda, hingga agen pelayaran. Hampir setiap hari, kata Solihin, petugas memeriksa kesehatan para ABK, termasuk menyuplai obat-obatan dan vitamin. “Kondisi kesehatan mereka dilaporkan setiap hari,” jelasnya.

Pada Rabu, 8 Desember 2021, sekira pukul 15.00 Wita, KKP mendapat kabar dari agen pelayaran bahwa satu ABK MV VTO berjenis kelamin pria, 44 tahun, mengalami gejala sesak napas dengan saturasi oksigen 89 persen. Petugas kemudian membawa pria tersebut ke ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie. Besoknya, KKP kembali mendapat informasi, satu lagi ABK pria, 32 tahun, mengalami gejala sesak napas dengan saturasi oksigen 88 persen.

BACA JUGA :  Bisa Kontrol dan Kendalikan Inflasi, Isran: Kaltim Lalui dengan Berbagai Sukses Story

“Sama, dia juga kami rujuk ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie,” terang Solihin. Sementara itu, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar dan Patroli, KSOP Kelas II Samarinda, Kapten Slamet Isyadi, menyampaikan, lembaganya telah memerintahkan penghentian seluruh aktivitas MV VTO seperti bongkar muat barang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kaltim, Setyo B Basuki, mengatakan, ke-22 ABK MV VTO sudah menerima vaksin. Akan tetapi, hanya satu orang yang telah menerima vaksin dosisi kedua. Untuk mengetahui varian Covid-19 yang terjangkit di ABK tersebut, Dinkes Kaltim bakal mengirim sample whole genome sequencing ke Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Whole genome sequencing adalah proses menentukan urutan DNA lengkap dari suatu genom organisme pada satu waktu. “Rencananya, besok (Sabtu, 11 Desember 2021) baru dikirim. Sample tidak bisa dikirim dengan angkutan penumpang. Harus dengan cargo,” kata Setyo B Basuki, Jumat, 10 Desember 2021.

Dia turut melaporkan perkembangan terbaru kondisi para ABK MV VTO. Dari 20 ABK yang terjangkit virus corona, 18 orang di antaranya mengalami gejala berat. Gejalanya yakni demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, susah napas, hilang indra penciuman dan pengecap, diare, serta lemah. “Diduga, mereka kena Covid-19 saat makan atau melalui pendingin ruangan di kapal,” tandas Setyo. (kk)

BACA JUGA :  Sabar ya... Insentif PNS PPU Baru Bisa Dibayar September 2022
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img