spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sudah 70 Lubang Digali selama Juli, Penggali Makam Covid 19 Terpaksa Tidur di Kuburan

BONTANG – Tingginya kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Bontang, membuat penggali makam jenazah harus bekerja ekstra dari biasanya. Hal itu dibenarkan oleh Koordinator Pemakaman Jenazah Covid-19 Bontang Lestari, Azis(45) saat ditemui, Senin (26/7). Azis dan rekan terpaksa tidur di pemakaman. “Selama beberapa hari ini kami kerja ekstra, kadang sampai jam 10 malam bahkan sampai tidur di sini (pemakaman, Red.) karena harus standby di pagi hari,” kata Azis.

Azis yang juga merupakan warga Baltim RT 02 Kelurahan Bontang Lestari ini mengatakan bahwa di bulan Juli ini sudah sekitar 70 lubang makam yang digali bersama 20 anggota timnya. “Juli ini sudah sekitar 70 lubang kami gali, dengan 20 anggota tim, kadang dibagi ada yang di Bonles, ada yang di Kanaan, ” ucap Azis.

Upah yang didapatkan, lanjut Azis, berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, di mana untuk satu lubangnya dihargai sebesar Rp 1,2 juta dan dibagikan kepada anggota tim yang bertugas.

Sebagai penambah stamina, kata Azis, pihak Dinkes kerap memberikan susu serta vitamin kepada penggali makam yang bertugas. “Kita selalu dikasih susu dan vitamin dari Dinkes, biar tetap sehat,” ujarnya.

Pengalaman Azis menjadi penggali makam selama kurang lebih 4 tahun sudah membuatnya terbiasa dengan rutinitas yang dijalankan. Ia mengaku tak ada sama sekali hal aneh yang dirasakan. “Biasa saja, tidak ada hal aneh, semuanya aman aman saja,” ujarnya. (ahr)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img