spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Kadir Tappa : Tumbuhkan Rasa Semangat Kebangsaan

BONTANG – Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Abdul Kadir Tappa, menggelar kegiatan sosialisasi Wawasan Kebangsaan ke-10 yang berlangsung di Hotel Tiara Surya, di Jalan MT Haryono, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang.

Abdul Kadir Tappa, Anggota DPRD Provinsi Kaltim menyampaikan bahwa dalam sosialisasi wawasan kebangsaan tersebut sangat penting untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat, terutama mengenai empat pilar kebangsaan. Di mana kita dalam masyarakat bisa menerapkan keempat pilar tersebut, sehingga menumbuhkan rasa semangat kebangsaan.

“Kita harus berbahagia, entah bahagia karena apa pun itu. Karena bahagia berbeda-beda macamnya dan juga jenisnya. Lakukanlah yang terbaik, selalu melakukan dengan seikhlas hati, karena semua ada jalannya. Serta, jangan pernah menyesali dalam menjalani kebaikan,” ucapnya saat sosialisasi, Jumat (8/12/2023).

Narasumber Akademisi, Bilher Hutahaen menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan ini, dilakukan untuk memperkuat Pancasila dan bhineka tunggal ika kepada para masyarakat. Serta juga, kita diwajibkan menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan cara bermasyarakat dengan rukun dan damai.

“Dulu kita diajarkan nilai moral, yang dimana nilai moral masih sangat kental. Pendidikan moral yang dulu dengan sekarang sangat berbeda, sangat berbeda sekali zaman dulu dengan zaman sekarang. Di mana pendidikan moral sangat perlu diajarkan oleh guru ke muridnya,” jelasnya.

Dijelaskan, empat pilar yang dimaksud adalah bagaimana  memahami Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Dari keempat pilar ini adalah satu kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan bersatu.

“Bagaimana pun, kita sebagai orang beragama bisa menghargai orang lain, saling menghormati satu sama lain. Maka di situlah kesetiaan Pancasila. Itu kekuatan kita. Walaupun kita berbeda dalam masing-masing bahasa dan daerah, tetapi kita harus tetap bahasa indonesia,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Gopi Susanto, Analis Ketahanan Ekonomi Kesbangpol Bontang menjelaskan dengan adanya nilai-nilai Pancasila dimana harus dikembalikan dalam kurikulum pendidikan, agar generasi muda nantinya dapat memahami dan juga mengamalkan nilai wawasan kebangsaan tersebut. Sehingga  memberikan pemahaman dan juga motivasi kepada seluruh masyarakat Kota Bontang.

“Bagaimana pun itu, Kota Bontang ini mempunyai slogan sebagai kota taman, semua masyarakat Kota Bontang berkewajiban menjaga keamanan dan ketertiban untuk menjaga yang dapat menyebabkan kerusakan, kericuhan, dan sebagainya, kita harus menghindari hal itu,” tutupnya. (dwi/adv)

Pewarta : Dwi
Editor : Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img