spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Siaga Darurat Karhutla di Paser, Akibat Praktik Buka Lahan dengan Dibakar

PASER – Musim kemarau yang diperparah kekeringan di sejumlah wilayah jadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser. Sejauh ini, Pemkab Paser sudah menetapkan siaga darurat terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Kabupaten Paser.

Hal itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) RI nomor 11 tahun 2023 tentang Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Karhutla, yang diterbitkan sejak Senin 24 Juli 2023 lalu.

Dari penetapan siaga darurat itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser mencatat,sebanyak 91 kasus karhutla sudah terjadi hingga pertengahan September 2023 ini. Dari total kasus tersebut, luasan lahan yang terbakar mencapai 300,85 hektare yang tersebar di 10 Kecamatan.

Menanggapi sederet persoalan karhutla tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Paser, Ruslan menyebut, kasus kebakaran yang marak terjadi diduga disebabkan adanya unsur kesengajaan oleh oknum masyarakat.

“Memang ada unsur sengaja oleh masyarakat, melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar,” kata Ruslan, saat dikonfirmasi, Selasa (12/9/2023).

Sementara, meluasnya kebakaran yang kerap terjadi, ditambahkan Ruslan, karena pada proses pemadaman juga dihadapkan dengan kendala. Kendala itu di antaranya peralatan yang terbatas dan ketersediaan air yg sulit didapatkan khususnya di lokasi pemadaman terdekat.

BACA JUGA :  Menilik Koleksi Kuno Museum Sadurengas di Kabupaten Paser

“Kendalanya itu berupa embung yang jauh dari titik kebakaran. Termasuk debit air sungai mulai mengering,” tambahnya.

Selain kendala kendala itu, beberapa lokasi kebakaran tidak mampu dilalui oleh armada yang tersedia. Sehingga petugas lapangan berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan dedaunan.

“Karena petugas juga kesulitan, saya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Dari 91 kasus tersebut, Kecamatan Tanah Grogot tercatat sebagai wilayah dengan kejadian terluas mencapai 169 hektare dengan 44 kejadian. Sementara wilayah terluas kedua yaitu Kecamatan Long Kali mencapai 57,65 hektare dengan 7 kejadian.

Berbeda dengan Kecamatan Paser Belengkong dengan luasan yang terbakar mencapai 41,6 hektare namun dengan 8 kejadian. Di Kecamatan Muara Samu, luasan wilayah yang terbakar mencapai 10,92 hektare dengan 6 kejadian.

Di Kecamatan Long Ikis luasan wilayah yang terbakar mencapai 5,7 hektare dengan kejadian. Uniknya, di Kecamatan Batu Engau luasan wilayah yang terdampak hanya 5,48 hektare namun peristiwa kebakarannya mencapai 13 kejadian.

Sementara Kecamatan Tanjung Harapan luasan wilayah yang terbakar mencapai 5 hektare dengan jumlah 3 kejadian. Di Kecamatan Muara Komam dan Kecamatan Kuaro kasus kebakaran mencapai 1 hektare dan 0,5 hektare yang masing-masing 1 kejadian.

BACA JUGA :  Dishub Paser Targetkan PJU Terpasang sebelum Ramadan

Pewarta : Bhakti Sihombing
Editor : Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img