SAMARINDA — Program pemasangan internet desa di Kalimantan Timur menunjukkan progres signifikan. Hingga November 2025, realisasi pemasangan telah mencapai 80 persen atau 672 desa dari total target.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan masih ada 169 desa yang belum terpasang dan menjadi fokus percepatan.
“Target murni kami tinggal sekitar 40 desa. Di perubahan anggaran, targetnya 125 desa. Anggarannya sudah masuk, tetapi sisa lokasi ini memang yang paling sulit,” jelas Faisal.
Ia memaparkan, sejumlah desa tidak terjangkau jaringan fiber optik (FO) sehingga hanya bisa menggunakan satelit. Tantangan lain bahkan lebih kompleks: tidak tersedianya listrik.
“Ini jadi PR kita. Nggak mungkin Diskominfo yang menyediakan listrik. Tahun depan kami akan bekerja sama dengan ESDM untuk menyiapkan tenaga surya,” tambahnya.
Untuk perubahan anggaran 2025, Diskominfo menggelontorkan tambahan anggaran sekitar Rp 2–3 miliar, terutama untuk penyelesaian pemasangan di 125 desa serta biaya langganan internet selama dua bulan terakhir.
Faisal menegaskan program internet desa akan tetap berlanjut. Data sebaran pemasangan juga telah dibagi sesuai kabupaten/kota, dengan distribusi sebagai berikut:
1) Berau: 96 desa dari 100
2) 2) Kutai Barat: 102 desa dari 190
3) Kutai Kartanegara: 187 desa dari 193
4) Kutai Timur: 135 desa dari 139
5) Mahakam Ulu: 20 desa dari 50
6) Paser: 103 desa dari 139
7) Penajam Paser Utara: 29 desa dari 30
Sementara itu, layanan internet desa menggunakan tujuh provider, yakni Telkom, Telkomsat, Telkomsel, Telkomsel Orbit, Icon+, Comtelindo, dan Basecamp. Adapun jumlah titik terpasang per provider yakni, Telkom 147 desa, Telkomsat 78 desa, Telkomsel 153 desa Telkomsel Orbit 131 desa, Icon+ 48 desa, Comtelindo 84desa, dan Basecamp 32 desa. (adv/jer/diskominfokaltim)
Penulis: Hadi Winata
Editor: Andi Desky



