spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Satpol PP Optimalkan Turun Patroli dan Penyekatan untuk Tekan Penyebaran Virus Corona

SAMARINDA –  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltim mengoptimalkan kegiatan patroli di lapangan menyusul penetapan delapan kabupaten dan kota di Kaltim masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 oleh Mendagri,.

Kepala Satpol PP Provinsi Kaltim I Gede Yusa mengungkapkan setelah ditetapkannya Balikpapan, Bontang, Berau, Samarinda, Kutai Timur, Kutai Barat, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara dalam PPKM leval 4, pihaknya intensif berkoordinasi dengan Satpol PP kabupaten/kota agar lebih meningkatkan kegiatan di lapangan.

“Di Kaltim ada 36 titik penyekatan, sebelum ditetapkan 5 daerah masuk dalam level 4, baik diperbatasan kabupaten/kota maupun didalam kota Balikpapan, Bontang dan Berau,” tutur Gede Yusa, Rabu (28/7/2021) kepada wartawan.

Di ibukota provinsi, Samarinda, anggota Satpol PP diturunkan bertugas untuk melakukan penyekatan maupun patroli. Tujuannya, mengingatkan masyarakat yang masih suka berkurumun di tempat-tempat umum.

“Yang jelasn, kami tidak bosan-bosannya mengingatkan warga, anggota berpatroli menggunakan pengeras suara untuk saling mengingatkan. Setiap kegiatan kita lakukan secara humanis dan mengimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” sebutnya.

Menurut Gede, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan angkanya beberapa hari ini sempat mencapai dua ribu lebih. Karena itulah, tambahnya, kegiatan yang dilakukan jajaran Satpol PP kiranya mampu menyadarkan masyarakat agar tidak lalai menegakkan protokol kesehatan.

“Masyarakat yang daerahnya sudah masuk level 4 maupun belum, kiranya tetap waspada penyebaran virus corona. Apalagi ada varian Delta yang penularannya sangat cepat, maka semakin waspada,” ujarnya.

Gede Yusa menambahkan jika ada warga yang sudah ada gejala maupun terkonfirmasi Covid-19, segera menghubungi ketua RT, hingga berjenjang sampai kecamatan berkoordinasi dengan Dinas kesehatan guna pendampingan.

“Jadi yang dirujuk ke rumah sakit itu pasien yang terkonfirmasi sedang dan berat, sementara gejala ringan cukup isolasi mandiri dirumah. Kami akan terus mensosialisasikan bahaya virus corona agar masyarakat tidak terpapar,” pungkas Gede. (hms/santo)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img