spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Roots Day Sekolah Anti Perundungan dan Tindak Kekerasan di SMP Negeri 2 Gunung Bayan

KUTAI BARAT – Sekolah Menengah Pertama SMP Negeri 2 Gunung Bayan adalah sekolah yang terletak di Kampung Gunung Bayan, Kecamatan Muara Pahu Kabupaten Kutai Barat. Berjarak 18 kilo meter dari ibukota Kecamatan Muara Pahu. Kampung Gunung Bayan berbatasan langsung dengan Kampung Tebisaq, Kecamatan Siluq Ngurai.

SMP Negeri 2 Gunung Bayan yang memiliki 62 siswa dan 11 guru, satu staff administrasi, satu penjaga sekolah dan satu pelayan sekolah pada tanggal 9 Desember lalu telah mengadakan acara Roots day. Acara ini merupakan acara yang digagas oleh agen perubahan yang dibentuk pihak sekolah dalam usaha pencegahan perundungan dan tindak kekerasan pada Selasa (12/12/2023).

Hari unjuk informasi dan kreasi tentang pencegahan Perundungan dan Kekerasan  (Roots Day) di SMP Negeri 2 Gunung Bayan bekerjasama dengan SDN 009 Muara Pahu  mengundang semua elemen sekolah yaitu Siswa, Orangtua siswa, tenaga pendidik dan kependidikan, komite sekolah, seluruh kepala sekolah SD dan SMP di Kecamatan Muara pahu  sekaligus bekerja sama dengan pengurus Kampung, pengurus adat serta pihak kepolisian.

BACA JUGA :  Peringati 33 Tahun Pengabdian Akabri  90, Polres Kubar Gelar Baksos dan Donor Darah

Roots Day ini bertujuan untuk menularkan perilaku positif kepada warga, sekolah, dengan mengkampanyekan pesan anti perundungan dengan berbagai cara. Yang dilakukan sekolah ini adalah membekali seluruh siswa dengan sosialisasi anti perundungan, anti kekerasan, kenakalan remaja serta bahaya penggunaan Narkoba yang disampaikan  oleh  pihak Polsek Muara Pahu.

Selain itu juga bekerjasama  dengan pihak Adat dan pihak Kampung dalam sosialisasi hukum Adat yang berlaku di Kampung  Gunung Bayan jika pelanggaran terjadi. Semua upaya yang dilakukan ini bertujuan  agar SMP Negeri 2 Gunung Bayan menjadi sekolah tanpa tindak perundungan, tanpa kekerasan, tanpa bullyng, tanpa Narkoba.

Program Roots sendiri merupakan program kemendikbudristek yang bekerjasama dengan UNICEF Indonesia dan mitra yang berfokus pada pencegahan perundungan dan kekerasan berbasis sekolah. Tujuan  umum dari program Roots adalah membangun interaksi positif di sekolah dengan memusatkan peran pelajar  sebagai agen perubahan untuk menyebarkan pesan dan perilaku positif kepada lingkungannya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Bandarsyah mengatakan, seluruh pihak harus mencegah semua bentuk perundungan, baik perundungan antar siswa, atau perundungan guru terhadap siswa, perundungan orang luar terhadap siswa, atau bahkan orang luar terhadap guru dan lain lain.

BACA JUGA :  Puncak HUT ke-24 Kubar, Pecahkan Rekor MURI dengan Pengguna Mawiq Gawaakng Terbanyak

Untuk mencegah perundungan di sekolah, program sekolah tentang pendalaman nilai-nilai keagamaan harus terus ditingkatkan dan digalakkan.

Terpisah,Kepala SMPN 2 Gunung Bayan, Muslikin mengatakan, sekecil apapun perundungan di sekolah harus dicegah dan diatasi agar kegiatan belajar menjadi sebuah kegiatan yang menggembirakan dan membahagiakan.

“Semua siswa mendapatkan hak belajar dan hak perlakuan yang sama, tanpa adanya perlakuan diskriminasi, proses belajarpun memaksimalkan potensi keberagaman siswa,“ ujarnya.

Acara Roots day ini juga diisi dengan penampilan seni dan kreasi siswa, penyematan pin agen perubahan dan juga pembacaan naskah deklarasi anti perundungan, anti kekerasan dan anti narkoba yang dibacakan oleh Kepala   SDN 009 Muara Pahu, Rifani Anwar.

Pewarta : ichal
Editor: Dezwan

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img