spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Respon Pelayanan Cepat ke Masyarakat, Dinkes Kukar Siapkan PSC 119

TENGGARONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar), resmi meluncurkan Public Safety Center (PSC) 119, di Gedung Merak RSUD AM Parikesit Kukar. Sebagai solusi untuk memudahkan masyarakat, untuk memperoleh informasi dan layanan kesehatan. Langsung diresmikan oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah.

Dijelaskan Kepala Dinkes Kukar, dr Martina Yulianti, PSC 119 merupakan sistem rujukan untuk mengintegrasikan pasien atau korban ke fasilitas kesehatan (faskes) dasar hingga faskes tingkat lanjut. Sesuai dengan 6 pilar transformasi sistem kesehatan Indonesia  pada tahun 2021-2024, berupa transformasi layanan rujukan.

Maka dari itulah, Dinkes Kukar menyiapkan strategi yang dilakukan berupa menyelenggarakan suatu Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Guna meningkatkan akses layanan jejaring rumah sakit rujukan, juga pengembangan fasilitas pelayanan rujukan di remote area.

“PSC atau Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu berada di kabupaten/kota sebagai ujung tombak pelayanan untuk mendapatkan respon cepat dan saling terintegrasi antar fasyankes,” ungkap dr Yuli.

Berdasarkan data Health Sector Review Indonesia 2017, terdapat 4 penyebab kematian utama di Indonesia. Yaitu stroke sebesar 19,5 persen, kanker sebesar 11,3 persen, penyakit kardiovaskuler sebesar 8,1 persen, KLL 4,2 persen. Hal tersebut dikarenakan adanya keterlambatan penanganan prahospital, pasien tidak dilakukan penanganan yang sesuai, serta sarana dan prasarana yang kurang memadai dalam proses rujukan ke rumah sakit.

Selain itu adanya penyakit infeksi emerging, seperti Covid-19, monkeypox, H5N1 yang dapat dengan cepat menyebar ke masyarakat. Juga penyakit menular serta Penyakit Tidak Menular (PTM) yang cenderung bertambah setiap tahunnya.

Sehingga terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang berobat ke fasyankes. Dan tidak sedikit di antaranya pasien yang tidak memiliki transportasi atau terjadi perburukan kondisi, sebelum dibawa ke fasyankes sehingga membutuhkan penanganan kegawatdaruratan awal oleh tim medis.

Belum lagi, memiliki perbedaan topografi dengan karakteristik wilayah dataran, perbukitan, perairan sungai, perairan laut dan muara. Hal ini tentunya menjadi tantangan masyarakat, dalam mendapatkan akses layanan kesehatan.

Sehingga masyarakat cukup PSC Dinkes Kukar, yang kemudian ditanggapi petugas PSC secara langsung. Yakni dengan melakukan skrining dan memutuskan bantuan medis apa yang akan diberikan.

Secara alur, setelah masyarakat menghubungi PSC, tim medis dan layanan ambulans akan dikirimkan ke lokasi kejadian. Dengan memberikan pertolongan pertama pada korban atau pasien. Jika diperlukan melakukan evakuasi ke fasyankes terdekat sesuai kebutuhan medis pasien.

Bagi fasyankes, PSC dapat memberikan bantuan layanan ambulans ke fasyankes pada saat terjadi peningkatan jumlah rujukan  ke rumah sakit. Memberikan pelayanan kesehatan dalam respon kegawatdaruratan bencana.

Kemudian berkoordinasi dengan stakeholder seperti kepolisian, BPBD, PMI pada saat terjadi insiden atau bencana. Bahkan memberikan informasi kesehatan dalam bentuk promosi kesehatan seperti edukasi P3K, memberikan konseling kesehatan, pertolongan pertama pasien tidak sadarkan diri akibat serangan jantung hingga pelatihan Bantuan Hidup Dasar.

“Dengan mengoptimalkan peran PSC dalam lingkup Kukar, maka akses pelayanan  kesehatan menjadi lebih mudah, respon tanggap gawat darurat semakin cepat, dan mutu kualitas layanan kesehatan masyarakat meningkat,” tutup dr Yuli.

Penulis : Muhammad Rafi’i
Editor : Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img