spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ratusan Driver Ojek Demo, Ajukan Tiga Tuntutan ke Pemprov Kaltim

SAMARINDA– Ratusan driver ojek online (ojol) dan taksi online, yang tergabung dalam Aliansi Mitra Kaltim Bersatu (AMBK) melakukan aksi damai di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim).

Ratusan peserta aksi yang tersebar di Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Bontang, serta Kabupaten Berau.

Kordinator aksi damai Ivan Jaya mengatakan, sejak adanya kebijakan pemerintah naiknya harga BBM pada tahun 2022 lalu. Membuat para driver ojol dan taksi online merasa rugi.

“Kami meminta pemerintah provinsi Kaltim menetapkan surat keputusan Gubernur Kaltim, terkait tarif dasar untuk layanan jasa pengantaran penumpang bagi driver taksi online (roda empat). Hingga saat ini belum ada kenaikan tarif untuk layanan itu,” ungkap Ivan Jaya, di tengah aksi damai, Rabu (20/9/2023).

Lanjut Ivan, driver ojol juga mengeluhkan lantaran pihak perusahaan aplikasi melakukan persaingan tarif tidak sehat dan memangkas tarif dasar driver agar terlihat lebih murah, serta membuat program promosi yang sangat merugikan mitra driver di Kaltim.

BACA JUGA :  Cakupan Vaksin 52 Persen, PTM di Jenjang SMA Masih Ditunda

Kemudian, meminta Pemprov Kaltim menetapkan peraturan terkait tarif dasar untuk layanan jasa pengantaran makanan dan barang bagi Ojol (roda 2), pasalnya belum memiliki aturan baik ditingkat nasional maupun daerah yang mengatur jasa layanan tersebut.

“Karena itu pihak perusahaan aplikasi secara bebas saling melakukan persaingan tidak sehat berupa program yang memangkas tarif dasar dan pendapatan driver ojek,” ujarnya.

Para driver ojek juga meminta Pemprov Kaltim, untuk segera memberikan sanksi dan menindak tegas perusahaan aplikasi yang beroperasi di daerah Kaltim yang tidak mengikuti peraturan.

“Perusahaan aplikasi yang sangat merugikan pada driver ojek harus segera mendapatkan sanksi tegas dari Pemprov Kaltim. Semoga aksi damai hari ini bisa disikapi oleh Gubernur Kaltim,” pungkas Ivan.

Pewarta : Nita
Editor : Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img