spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rakerda BKOW, IPPRISIA Beri Materi Mental Health

SAMARINDA – Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kaltim menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Kamis (24/11) tadi. Dalam Rakerda tersebut, selain membahas program kerja dan hal-hal lain yang perlu, juga diisi dengan seminar tentang kesehatan mental. Narasumber yang dihadirkan adalah praktisi teknologi pikiran dari Ikatan Pengembang Kepribadian Indonesia (IPPRISIA) Kaltim, Endro S. Efendi, SE., CHt., CT., CPS., M.CEHt.

Rakerda tersebut diikuti 130 peserta, terdiri dari setiap perwakilan organisasi wanita yang tergabung dalam BKOW. Sedikitnya ada 45 organisasi wanita yang saat ini bergabung dalam wadah BKOW ini.

Ketua Umum BKOW Kaltim drg Hj Suryani Astuti MSi menyampaikan, Rakerda menjadi salah satu amanah organisasi yang harus dijalankan dalam periode kepengurusan yang dipimpinnya. Astuti, sapaan akrabnya, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Pemprov Kaltim melalui Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim sehingga Rakerda ini bisa berjalan dengan baik.

“Rakerda ini kami rangkai dengan berbagai kegiatan untuk mendukung program pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul,” sebut Astuti. Dalam rangkaian Rakerda ini, BKOW menggelar berbagai kegiatan di antaranya seminar dengan siswi SLTA dari berbagai sekolah di Samarinda, disusul pertemuan khusus dengan pengurus BKOW Kaltim.

Astuti berharap, para ibu bangsa di Kaltim tetap bersemangat ikut membangun, apalagi daerah ini sudah ditetapkan menjadi ibu kota negara yang baru. Sehingga, berbagai kegiatan perlu dilakukan untuk mendorong kemampuan anggota dalam menyambut ibu kota negara.

Sementara itu, dalam seminar kesehatan mental yang dipandu Ketua BKOW Kaltim itu, praktisi teknologi pikiran, Endro S. Efendi memberikan penjelasan tentang psikosomatis, atau sakit yang disebabkan oleh psikis atau pikiran serta hati.

“Dari hasil penelitian, 84 persen orang yang sakit, tidak diketahui penyebabnya. Ternyata ini lebih banyak disebabkan faktor psikis,” sebut Endro yang merupakan alumnus Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology Surabaya ini.

Endro kemudian menjelaskan bagaimana emosi seseorang mempengaruhi secara fisik. Dijelaskan pula teori tentang tungku mental, yang kemudian bisa mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang. “Emosi itu ibarat api yang terus menyala. Selama api ini belum dipadamkan, maka itu akan terus mengganggu kesehatan seseorang,” urainya.

Jika ada kondisi yang tidak nyaman, menurut Endro, pikiran bawah sadar sejatinya sudah memberikan informasi kepada pikiran sadar, dengan memunculkan tanda-tanda secara fisik. “Asam lambung berlebih, migren, pundak kaku, keringat dingin, haid tidak teratur, itu merupakan beberapa contoh sakit yang disebabkan oleh psikis. Itu ada indikasi emosi yang terperangkap di dalam tubuh, dan harus diselesaikan,” bebernya.

Tak lupa, pria yang saat ini juga tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda ini, juga memberikan teknik untuk melepas emosi yang terpendam.

Bahkan dalam sesi tersebut, Endro sempat membantu salah satu peserta Rakerda yang fobia terhadap semut. “Mungkin bagi orang lain terdengar sepele. Tapi itulah yang namanya fobia, bisa aneh-aneh, dan macam-macam,” sebut Endro. Setelah dipandu melepas fobia tersebut, salah satu peserta Rakerda ini pun mengaku merasa plong dan berani melihat semut.

Beberapa tanya jawab pun mengalir di ajang seminar tersebut, sebelum kemudian dilanjutkan dengan pembahasan terkait program kerja BKOW Kaltim.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Ikatan Pengembang Kepribadian Indonesia (IPPRISIA) Kaltim, Marliana Wahyuningrum SE MM berharap, Rakerda BKOW Kaltim ini bisa berjalan dengan baik. “Sebagai bagian dari BKOW, kami terus mendukung upaya dan program kerja yang ada,” katanya. Karena itu, di setiap kegiatan BKOW Kaltim, IPPRISIA Kaltim akan berusaha menghadirkan trainer atau mentor yang berpengalaman di bidangnya, demi mendukung peningkatan kapasitas dan sumber daya manusia para ibu bangsa di Kaltim. (adv/diskominfokaltim)

BACA JUGA

15.9k Pengikut
Mengikuti