spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rahmad Minta Warga Lapor, Belajar dari Temuan Galian Ilegal di Tengah Balikpapan

BALIKPAPAN- Penemuan aktivitas galian C ilegal di tengah Kota Balikpapan, tepatnya di eks Hotel Tirta, menuai sorotan seluruh elemen masyarakat. Tak terkecuali Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Rahmad memastikan, penggalian tidak sesuai aturan yang berlaku, maka sudah sepantasnya Satpol PP melakukan penghentian dan penyegelan lokasi tersebut.

“Kalau tidak sesuai aturan ya kita tindak sesuai dengan aturan,” ujarnya, Selasa (13/12/2022).

Lebih lanjut Rahmad menjelaskan, permasalahan ketertiban tidak saja berlaku pada galian C ilegal, tapi semua kegiatan yang diduga melanggar hukum.

Namun, Pemkot Balikpapan berharap peran serta masyarakat dalam menyampaikan laporan, jika melihat kegiatan yang diduga melanggar.

“Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi lagi, kita minta peran serta masyarakat untuk melaporkan, juga mengawasi lingkungan sekitarnya. Bukan masalah galian C saja, masalah yang lain juga lah. Karena toh masyarakat memberikan informasi ini pemerintah cepat untuk mengantisipasinya,” jelasnya.

Disinggung soal pemanggilan terhadap pelaku galian C ilegal, Rahmad menyebut masalah ini sudah ditangani Satpol PP.

“Kan sudah disegel sama Pol PP kita, jadi ditanganinnya sama Satpol PP,” tambahnya.

Dari pantauan di lokasi, di eks Hotel Tirta Balikpapan tidak nampak lagi aktivitas apapun. Namun masih terlihat 2 unit ekskavator serta satu mobil pikap.

Warga sekitar, Indra menyebut, pada Februari 2022, penghancuran bangunan hotel dan aktivitas galian C berlangsung siang malam.

“Dinding retak-retak mas, kalau malam ribut suara dentuman. Orangtua saya sakit jadi tambah parah,” ujarnya.

Tidak hanya itu, 3 rumah terpaksa ditinggal penghuninya, lantaran mengalami degradasi tanah di sekitar rumah.

“Itu di atas sudah lebih dulu pindah. Yang disini (samping rumah) pas Mei keluar juga, pindah dia. Saya aja juga mau pindah,” tambah Indra.

Indra menyebut hingga saat ini tidak ada itikad baik dari kontraktor pekerjaan ataupun sosialisasi dari RT setempat. “Enggak ada sama sekali. Ya mau kaya apalagi sudah. Kita hanya pasrah aja sudah,” tutupnya. (Bom)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img