spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pustawakan: Buku yang Rusak, Artinya Berhasil Mentransfer Ilmu kepada Pembaca


SAMARINDA – Kondisi buku yang rusak mungkin sebagian orang akan melihat itu adalah suatu hal kurang nyaman dilihat mata. Tetapi tidak menurut pustakawan – pustakawan yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang bertugas melestarikan buku koleksi perpustakaan Kaltim yang berada di Jalan IR H Juanda Samarinda.

Buku yang rusak artinya buku itu telah melaksakan tugasnya sebagai media transfer  ilmu pengetahuan. Dengan kondisi buku yang rusak artinya buku tersebut telah digunakan pembaca atau dibaca sebagai sarana menambah ilmu pengetahuan oleh pembacanya.

Hal ini disampaikan oleh Pustakawan Ahli Madya Agus Said saat ditemui di sela-sela kesibukannya mereparasi buku – buku perpustakaan dalam kondisi rusak.

“Reparasi buku merupakan suatu proses yang penting dalam dunia perbukuan, karena memungkinkan buku yang rusak untuk dipulihkan dan digunakan kembali,” ujarnya.

Teknik yang digunakan dalam reparasi buku bervariasi tergantung jenis kerusakan yang terjadi pada buku. “Ada beberapa kategori kerusakan buku, ada yang rusak berat, sedang dan berat,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Visitasi Tim Juri DPK Provinsi Kaltim Guna Penilaian Panji Keberhasilan Perpustakaan Bontang

Ada beberapa kerusakan umum yang terjadi pada buku. Misalnya, seperti halaman yang robek atau rusak, sampul buku yang robek, serta halaman yang terlipat atau lepas dari ikatan buku.

Teknik-teknik reparasi buku yang digunakan meliputi perbaikan halaman yang robek atau rusak dengan merekatkannya kembali,  menyemprotkan bahan pengawet pada halaman yang mulai membusuk, dan merekatkan kembali sampul buku yang terlepas dari isi buku dengan cara dijahit.

“Semua teknik ini dilakukan dengan hati-hati dan ketelitian, sehingga hasil akhirnya akan terlihat seolah-olah buku tidak pernah rusak,” tambahnya.

Pustakawan Ahli Muda Winda Hapiana menyebutkan  buku yang dapat diperbaiki tidak hanya buku-buku langka atau antik, namun juga buku-buku sehari-hari seperti novel atau buku pelajaran.

“Cuma kebetulan ini banyak buku anak-anak yang rusak, buku anak itu seperti buku cerita dan buku belajar anak, dan yang paling sering ini kita perbaiki, karena penulis buku anak itu sangat langka,” ujarnya.

Selanjutnya buku yang telah direparasi,  buku tersebut akan diinput kembali ke komputer sebagai buku yang tersedia dan dikembalikan ke bagian pelayanan untuk disusun di rak dan disiap digunakan kembali. (Adv)

BACA JUGA :  Tour Library Kaltim 2023, Sambangi Samarinda, Bontang, Kutim, dan Berau

Pewarta : Hanafi
Editor : Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img