spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Produksi Gas Lapangan Merakes Melonjak, Kilang LNG Bontang Bangkit Lagi?

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengungkapkan proyek gas Lapangan Merakes di wilayah kerja East Sepinggan, Kalimantan Timur, mengalami kenaikan produksi hingga melampaui target awal.

Arifin menuturkan, awalnya lapangan gas yang dikelola oleh Eni East Sepinggan ini memproduksi gas hanya sebesar 99 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Namun ternyata, produksi bisa naik sekitar 700 MMSCFD.

Capaian ini pun melampaui target SKK Migas bahwa Lapangan Merakes bisa memproduksi gas sebesar 368 MMSCFD. Proyek yang direncanakan bisa beroperasi di kuartal III 2020 ini baru bisa melaksanakan produksi pertama pada April 2021.

“Kabar bagus, ENI Merakes produksinya kan kemarin 99 MMSCFD, naik menjadi 790 MMSCFD, naik beberapa kali lipat,” ungkap Arifin kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/2).

Dengan lonjakan produksi tersebut, Arifin menjelaskan Lapangan Merakes bisa menjadi tumpuan bagi produksi gas alam cair (liquified natural gas/LNG) di Kilang LNG Bontang yang terus mengalami penurunan produksi.

BACA JUGA :  Andi Faiz Minta Satpol PP Awasi Warung Makan Selama Ramadan

Berdasarkan catatan kumparan, proyek Lapangan Merakes yang dikelola Eni East Sepinggan ini memiliki nilai investasi sebesar USD 1,3 miliar atau setara Rp 18,5 triliun (kurs dolar Rp 14.258).

Lapangan Merakes ini disiapkan untuk menunjang produksi FPU Jangkrik. Ini dilakukan lewat skema pemakaian fasilitas bersama antara Eni Muara Bakau untuk FPU Jangkrik, dengan Pertamina Hulu Mahakam dan PT Badak melalui penggunaan pipa dan fasilitas existing.

Nantinya, pengembangan proyek dengan nilai investasi Rp 18,5 triliun ini bakal dirancang menggunakan total kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 31,72 persen. Sehingga bisa secara langsung mendongkrak perekonomian nasional.

Selain itu, proyek ini diperkirakan akan menghasilkan pendapatan pemerintah sebesar USD 1,6 miliar atau kurang lebih sebesar Rp 22,8 triliun. Proyek ini juga dinilai akan membantu pemenuhan pasokan gas pipa di Kalimantan Timur serta kebutuhan LNG baik domestik maupun ekspor. (kum)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img