PPU Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Bersama BI Balikpapan

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan bersama Pemerintah Kota Balikpapan dan Kabupaten Paser melalui kegiatan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Senin (18/5/2026).

Dalam forum tersebut, Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui pengawasan harga bahan pokok, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi di masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama TPID terus melakukan pemantauan terhadap komoditas strategis sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

“Pengendalian inflasi tidak hanya bicara harga, tetapi memastikan barang tersedia di masyarakat. Karena itu gerakan pangan murah, operasi pasar, dan pengawasan distribusi terus kami lakukan secara berkelanjutan,” kata Mudyat Noor.

Ia menyebut langkah tersebut berhasil menjaga tingkat inflasi Kabupaten PPU tetap terkendali di angka 0,33 persen.

Meski demikian, Mudyat mengingatkan potensi tekanan inflasi masih dapat terjadi akibat dinamika global maupun cuaca ekstrem yang berdampak terhadap produksi dan distribusi pangan.

Karena itu, sinergi antardaerah dinilai penting agar langkah intervensi pasar dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran ketika terjadi gejolak harga di lapangan.

Selain pengendalian inflasi, Pemkab PPU juga terus memperkuat ketahanan pangan daerah sebagai wilayah penyangga pangan di Kalimantan Timur. Upaya yang dilakukan di antaranya melalui pemanfaatan lahan pekarangan, penguatan cadangan pangan daerah, hingga pemberdayaan kelompok tani dan pelaku usaha pangan lokal.

Kegiatan HLM dan Capacity Building TPID tersebut diharapkan menghasilkan langkah strategis yang lebih terukur dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di masing-masing daerah.

Turut hadir dalam kegiatan itu Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan PPU Hadi Saputro, Inspektur Inspektorat PPU Budi Santoso, Kepala Bagian Ekonomi Krisna Aditama, Kepala Dinas KUKM Perindag, BKAD PPU, serta sejumlah unsur teknis terkait lainnya.

“Ketahanan pangan harus dibangun dari daerah. Produktivitas pertanian dan kesiapan distribusi menjadi kunci agar masyarakat tidak terdampak gejolak harga,” tutupnya.

Penyunting: Robbi Lalat

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.