spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PLTBg di Paser Tidak Ada Kejelasan

PASER – Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di kawasan perusahaan kelapa sawit PT Multi Makmur Mitra Alam (M3A), Desa Tebru Pasir Damai, Kecamatan Batu Engau, hingga kini masih terbengkalai.

Mesin yang ada sudah banyak yang rusak dan tidak bisa dioperasikan lagi, bahkan area pembangkit diselimuti semak belukar, sejak dibangun oleh pemerintah pusat pada 2016 lalu, tanpa kejelasan.

Bahkan hingga kontrak kerjasama telah diperpanjang kembali, dalam pengelolaan PLTBG  di tahun 2020. Namun mesin PLTBg baru hanya digunakan saat uji coba saja. Akibatnya muncul ketidakpastian.

“Belum sempat operasi, hanya pernah di uji coba atau istilah teknisnya komisioning,” ucap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser, Adi Maulana.

Paser menjadi lokasi salah satu daerah uji coba pengembangan energi Go Green, lantaran memiliki area perkebunan sawit cukup luas sehingga dibangunkan PLTBg oleh Pemerintah Pusat.

Rencanya PLTBg ini menjadi pemasok listrik PLN  yang bersumber dari energi baru terbarukan berupa pemanfaatan Palm Oil Mill Effluent (POME) yang bersumber dari limbah cair pabrik kelapa sawit (PKS) menjadi energi listrik.

BACA JUGA :  Proyek Terkesan Mandek, DKISP dan Disdikbud Paser Disorot Anggota Dewan

Lebih lanjut dikatakan Adi, selama masa uji coba seluruh kelengkapan PLTBg telah terpasang dengan baik, semestinya dapat dilanjutkan kembali pembangunannya.

“Sudah berjalan uji coba, tapi pada akhirnya pembangunan tidak selesai, karena Program Rester Up, Sertifikat Layak Operasi (SLO) yang belum ada,” jelasnya.

Adi menerangkan, Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait sudah berencana untuk melanjutkan pembangunan PLTBg yang ada Batu Engau tersebut. Bahkan telah dilakukan pemeriksaan dan peninjauan lapangan.

“Sudah ada peninjauan, cuma belum bisa dipastikan lagi kapan akan dilanjutkan pembangunannya,” ujarnya.

Ia berharap pembanguanan PLTBg tersebut tetap bisa berlanjut. Mengingat besarnya investasi pemerintah pusat dalam pembangunan yang sudah dilaksanakan. Apalagi keberadaan IKN ditargetkan menjadi kota  dengan green energi. Paser dinilai dia bisa menjadi salah penyuplai kelistrikan ke IKN Nusantara.

“Pemerintah Pusat berencana melanjutkan pembangunannya, karena besarnya investasi yang sudah masuk, jika ini bisa terwujud, tidak menutup kemungkinan Green Enenrgi Paser sebagai penyuplai kelistrikan di IKN,” tandasnya. (bs)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img