spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pertamina Bantah Isu Penghapusan Pertalite, Hanya Penambahan Bahan Nabati

BALIKPAPAN – Arya Yusa Dwicandra, Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, mengklarifikasi terkait rumor penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang saat ini sedang menjadi perbincangan hangat.

Arya ingin menjelaskan tidak ada rencana untuk menghapus Pertalite. Yang benar adalah Pertamina saat ini sedang melakukan studi untuk menambahkan komponen bahan bakar nabati ke Pertalite.

“Pertalite saat ini memiliki angka oktan atau RON 90. Dengan penambahan bahan bakar nabati seperti etanol, kami berharap dapat meningkatkan angka oktan ke 92. Ini berarti, di masa depan, jika hal ini tercapai dengan harga yang sama, konsumen akan mendapatkan BBM dengan angka RON yang lebih tinggi. Hal ini akan membuat bahan bakar untuk kendaraan menjadi lebih bersih dan mesin menjadi lebih tahan lama,” jelasnya, Kamis (12/10/2023).

Lebih lanjut, Arya menjelaskan bahwa ini tidak berarti Pertamina akan sepenuhnya menghentikan penjualan Pertalite, tetapi mereka akan menambahkan bahan bakar nabati ke dalam Pertalite, yang akan meningkatkan angka oktannya.

BACA JUGA :  Kemenkopolhukam Bahas Pengelolaan Konten Negatif atau Hoaks Jelang Pemilu 2024

“Kami semua tahu bahwa sebagian besar kendaraan saat ini memerlukan BBM dengan angka RON minimal 92. Oleh karena itu, ketika kami menjual Pertalite, sebenarnya sudah di bawah spesifikasi mayoritas kendaraan saat ini,” tambahnya.

Salah satu alasan di balik langkah ini adalah untuk mendukung keberlanjutan atau konsep energi hijau yang semakin diperlukan. Indonesia tidak ingin tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain yang sudah memiliki BBM dengan angka oktan 92.

Sementara itu, mengenai harga, Arya menyatakan bahwa saat ini masih dalam tahap penelitian. Namun, yang pasti adalah selama subsidi BBM masih berlaku di Indonesia, Pertamina akan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam menanggung harga BBM.

“Kami akan mempertimbangkan hal ini, terutama untuk daerah-daerah terpencil. Harga akan disesuaikan dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah,” tutupnya. (Bom)

Penulis: Aprianto
Editor: Agus Susanto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img