spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perkuat Daya Saing Industri dengan Pendidikan Vokasi, Dibuka Program Pemadanan 2024 bagi SMK

JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan kemitraa  dan kolaborasi pendidikan vokasi dengan dunia industri, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek menggelar Program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan Tahun 2024.

Adapun pendaftaran program tersebut dibuka sampai dengan 30 Januari 2024.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati mengatakan program ini adalah salah satu bentuk upaya transformasi pendidikan vokasi. Menurutnya, Program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan dan Matching Fund, mengharuskan adanya intervensi dari pihak industri baik dalam bentuk in cash dan in kind.

Oleh sebab itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi terus mendorong agar pendidikan vokasi meningkatkan kolaborasi dengan DUDI dalam berbagai bentuk yang nyata, tidak hanya pada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama atau MoU.

“Program pemadanan dukungan dirancang untuk berjalan secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas pembelajaran, riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta yang utama untuk menyiapkan lulusan yang kompeten yang bertumpu pada peningkatan peran mitra DUDI dalam pengembangan kurikulum, riset bersama, menyediakan praktisi mengajar dari DUDI, meningkatkan kompetensi guru dan dosen, dan mengembangkan teaching factory yang ada di Lembaga kursus, sekolah maupun kampus vokasi,” terang Kiki dalam Sosialisasi dan Diskusi Publik Program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan Tahun 2024, Rabu (13/12/2023).

BACA JUGA :  Pecah! Raisa Sukses Bikin Galau Pengunjung Jakarta Fair 2023

“Harapan kami, penyiapan SDM yang kompeten dapat mendukung daya saing dan daya sanding DUDI melalui penyiapan talenta yang unggul di DUDI,” sambungnya.

Sementara itu dalam kegiatan diskusi yang digelar secara virtual ini, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Uuf Brajawidagda mengungkapkan pentingnya membangun kemitraan dengan industri.

Uuf menjelaskan, pelibatan stakeholder sangat krusial terhadap peningkatan mutu lulusan, sehingga berelavansi dengan mutu institusi agar meningkat.

Ditegaskan bahwa penguatan kemitraan ke depannya dapat saling memberikan manfaat dan berkelanjutan. Ikhtiar yang dilakukan adalah meningkatkan trust, bisa dari sharing pengalaman yang diberikan agar mendapat double inside. Sekolah menjadi potential resources bagi industri.

Melalui jejaring kemitraan, lanjut Uuf, Pendidikan vokasi dengan Pendidikan vokasi lainnya bisa saling belajar, berbagi mitra, atau mengerjakan project besar bersama sama.

“Kita ingin ke depan, kolaborasi tidak hanya based on program, tapi menjamin mutu kemitraan agar menjadi budaya. Mari bangun kapabilitas sekolah bersama-sama. Saya yakin ini akan memberikan benefit bagi industri. Ini memberikan iklim yang menarik bagi investasi,” ungkap Uuf.

BACA JUGA :  Naik 66,6 Persen, Tercatat 17.066 Kendaraan Melintas di Tol Balsam pada H+1 Lebaran

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Wardani Sugiyanto berharap semakin banyak industri yang akan terlibat serta menjadi penerima manfaat program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan.

Pewarta : Nicha R

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img