spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perjuangan Bung Karno dan Bung Tomo Ditampilkan dalam Teater Pensi SMK Muhammadiyah 2 PPU

PENAJAM – Kisah dua pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) secara khusus ditampilkan siswa-siswi SMK Muhammadiyah 2 Penajam Paser Utara (PPU) lewat pertunjukan drama teatrikal, Kamis (17/8/2022). Momen-momen perjuangan keduanya direka ulang di hadapan para penonton Pentas Seni (Pensi) yang digelar untuk memperingati HUT ke-77 RI.

Pertunjukan teater kali ini merupakan satu dari sekian penampilan yang ada dalam rangkaian acara memperingati Hari Kemerdekaan RI oleh SMK Muhammadiyah 2. Kegiatan mulai dilaksanakan sejak 11 Agustus lalu. Ada lomba-lomba, pertunjukan puisi, tapak suci, paduan suara dan lainnya.

“Perjuangan Bung Tomo dan Soekarno sengaja dipilih karena berkaitan dengan momentum kemerdekaan,” kata pengajar yang menjadi instruktur teater, Gita Suci. Soekarno atau Bung Karno salah satu tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia bahkan dipercaya menjadi Presiden RI pertama dan dijuluki sebagai Bapak Proklamator Indonesia bersama Mohammad Hatta.

Panggung pentas seni digelar di halaman SMK Muhammadiyah 2 PPU Kilometer 3, Penajam.

Pada 17 Agustus 1945 didampingi Mohammad Hatta, Soekarno membawa bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya dengan membacakan proklamasi. Selain sebagai proklamator, perjuangan Soekarno dalam kemerdekaan Indonesia telah dimulai jauh sebelumnya.

Sementara Bung Tomo atau Sutomo juga salah satu tokoh yang berperan penting dalam pencapaian kemerdekaan Indonesia. Salah satu peran pentingnya adalah membangkitkan semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan tentara sekutu pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Tokoh yang mengobarkan semangat perlawanan pemuda Surabaya melalui siaran radio agar pantang menyerah menghadapi penjajah pada peristiwa pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945 adalah Bung Tomo. Sebelum itu, Bung Tomo juga telah berjuang sejak masa kebangkitan nasional.

“Khususnya tentang perjuangan saat administrasi negara kembali ke pemerintahan Indonesia. Pasca proklamasi kemerdekaan, perjuangan pejuang saat itu juga masih terjadi. Kita juga tampilkan pidato Bung Tomo,” jelas dia.

Persiapan penampilan sekira 22 siswa-siswi itu dilakukan dalam waktu singkat. Hanya 3 pekan sebelum pertunjukan. Bahkan Gita menyebutkan sempat ragu dengan suksesnya penampilan para muridnya itu.

“Mungkin yang benar-benar latihan hanya 4 hari. Sebenarnya ragu, karena siswa ini tidak pernah belajar teater, kita juga tidak ada ekskul teater. Tapi ternyata pada saat tampil, mereka semua menunjukkan totalitas,” ungkap dia.

Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 2 Bidang Kesiswaan, Tri Wulandari menambahkan, tujuan digelarnya pensi ini tak hanya untuk eksistensi sekolah. Namun juga sebagai memperkuat kerja sama dan tanggung jawab siswa.

“Kami menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan agar semangat para pejuang itu juga mengalir dalam siswa. Dan dengan pentas seni ini, mereka dapat menunjukkan semangat itu, dengan menampilkan kreativitas dan bakat yang mereka bisa,” tutup Tri. (sbk)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img