spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Peringatan Harganas ke-30 di Bontang, Sekda Komitmen Turunkan Angka Stunting

BONTANG – Puncak perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 di Kota Bontang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB). Perayaan Harganas 2023 digelar pada Sabtu (19/8/2023) bertempat di halaman parkir DPMPTSP dengan rangkaian jalan sehat.

Kepala DPPKB, Bahauddin mengatakan pelaksanaan Harganas Kota Bontang mengacu pada Keputusan Presiden nomor 39 tahun 2014 tentang Harganas yang ditetapkan pada tanggal 29 Juni setiap tahunnya. Bahauddin menambahkan tujuan Harganas yakni meningkatkan peran stakeholder tokoh masyarakat dalam pembangunan keluarga, meningkatkan kinerja pengelola dan petugas bangga kencana dalam meningkatkan bangga kencana.

“Meningkatkan keluarga Indonesia dalam pencegahan dan penurunan stunting,” kata Bahauddin.

Bahauddin mengatakan, tema yang diangkat dalam peringatan Harganas ke-30 yakni Menuju Keluarga Bebas Stunting, Untuk Indonesia Maju.

Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim, Al Hafid mengatakan Kota Bontang telah memiliki banyak prestasi dalam lomba bidang keluarga. Ia mengharapkan peringatan Harganas tahun depan yang akan diperingati hari puncak Harganas di Kota Bontang.

“Kota Bontang telah memberikan penurunan stunting yang besar, sebesar 5 persen. Ini merupakan penurunan tertinggi. Sangat berterima kasih kepada Kota Bontang. Pemkot Bontang memberikan kontribusi positif dalam upaya penurunan stunting,” kata Hafid.

BACA JUGA :  Kampung Jawa Diusulkan Jadi Smart Kampung

Sekretaris Daerah Bontang, Aji Erlynawati mengatakan target penurunan stunting 2024 sebesar 14 persen. Ini harus dilakukan peran secara bersama dengan melakukan kolaborasi kepada semua pihak yang menjadi perhatian dalam penurunan stunting.

“Penurunan stunting di Kota Bontang merupakan kerja keras, kerja cerdas dan kerja hebat dari kader-kader DPPKB. Tentunya kolaborasi dengan semua pihak,” kata Aji Erlynawati.

Selanjutnya, Ia juga mengatakan bagaimana masyarakat memang harus bebas dalam stunting. Kota Bontang angka stunting pada 2021 sebesar 26 persen. Untuk tahun 2022, sebesar 21 persen. Selain itu, dirinya diminta untuk menjadi ketua penurunan stunting di Kota Bontang.

“Mudah-mudahan upaya kita dapat dilaksanakan dengan intervensi program-program pemerintah,” kata Aji Erlynawati.

“Bagaimana penurunan stunting dipercepat di Kota Bontang dengan intervensi program pemerintah, seperti stimulan RT dengan pemberian makan tambahan (PTM),” urainya. (adv/yah)

Pewarta : Yahya Yabo
Editor : Nicha Ratnasari

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img