spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perhitungan Inflasi di Berau Akan Segera Dilakukan

TANJUNG REDEB – Angka inflasi di Kalimantan Timur mencapai 3,46 persen. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat menyebut secara nasional sebesar 2,61 persen.

Kepala BPS Berau, Supriyanto mengungkapkan, angka inflasi di Bumi Batiwakkal belum dilakukan perhitungan. Akan tetapi, akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

“Dalam dua tahun terakhir ini, untuk Berau pertama kali melakukan persiapan proses perhitungan angka inflasi pada tahun 2022 dan 2023. Jadi 2024 ini baru bisa kami melaksanakan rilis,” katanya, Sabtu (6/1/2024).

Dirinya menerangkan, perhitungan dimulai dengan gaya hidup, pengeluaran lainnya dan kebutuhan komoditas. “Komoditasnya ini kami mau lihat dulu, komoditas apa dan berapa jumlahnya yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Berau,” bebernya.

Supriyanto melanjutkan, dibutuhkan waktu panjang, untuk merumuskan masalah inflasi di kabupaten paling utara Kaltim ini.

“Jadi, awalnya kan di Kaltim cuma dua, yakni Balikpapan dan Samarinda. Tapi tahun 2024 ini, kalau tidak ada halangan itu akan ditambah Kabupaten Berau dan Penajam Paser Utara,” tuturnya.

Dirinya membeberkan menurut data nasional, inflasi tahunan pada 2023 sebesar 2,61 persen ini didorong oleh inflasi seluruh komponen. Komponen inti tahunan mengalami inflasi sebesar 1,80 persen. Adapun, dari data BPS Pusat, komponen ini memberikan andil 1,1 persen.

“Komoditas yang paling dominan adalah emas perhiasan, biaya sewa rumah, biaya kontrak rumah, gula pasir dan upah ART,” jelasnya.

Kemudian, BPS Pusat juga mencatat komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 1,72 persen. Komponen ini memberikan andil sebesar 0,32 persen. Komoditas yang dominan selama setahun terakhir adalah harga rokok kretek filter, rokok putih dan tarif angkutan udara. (dez)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img