spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Percepatan SPBE, Diskominfo Kukar Lahirkan Inovasi LOBI-KU 

TENGGARONG – Dinas Komunikasi dan Informatika Kutai Kartanegara (Diskominfo Kukar), terus melakukan perbaikan. Salah satunya melakukan percepatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dengan cara menciptakan inovasi Mobile Team ada Diskominfo Kutai Kartanegara (LOBI-KU).

Terobosan strategi pelayanan mobile digital terpadu ini, diciptakan Kepala Diskominfo Kukar Dafip Haryanto, saat mengikuti pelatihan Kepemimpinan Nasional tingkat II angkatan IV, di Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Samarinda.

Terobosan pelayanan digital ini didapat Dafip, setelah dimentori langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono, serta Sumadi selaku Widyaiswara Ahli Utama.

“Tujuannya untuk percepatan dalam penerapan SPBE di masing-masing OPD,” ungkap Dafip.

Dia melanjutkan, langkah ini sejalan dengan misi pertama dari Kukar Idaman Pemkab Kukar. Bagaimana menciptakan birokrasi yang bersih, efektif, efisien dan melayani masyarakat. Dimana termuat salah satu program dedikasi Kukar Idaman, yaitu Digitalisasi Pelayanan Publik (Disapa).

Tujuannya, untuk meningkatkan jangkauan dan mutu layanan pemerintah. Juga layanan publik yang lebih baik, cepat, murah, berbasis informasi dan teknologi. Disamping berkesesuaian dengan misi keempat Kukar Idaman, yakni meningkatkan kualitas layanan infrastruktur dasar dan konektivitas antar wilayah.

BACA JUGA :  Fokus Sektor Pertanian dalam Arti Luas, Pemdes Tanjung Batu Gandeng Akademisi

“Arah kebijakannya adalah untuk mewujudkan pembangunan sarana dan prasarana, termasuk di dalamnya ketersediaan akses internet sampai ke desa,” lanjut Dafip.

Selain itu, Perpres No 95 tahun 2018 turut menjadi dasar terciptanya inovasi LOBI-KU. Sebagai pedoman pemerintah dalam menyelenggarakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan pelaksanaannya untuk memberikan layanan bagi pengguna SPBE dengan prinsip terintegrasi, terpadu, efektif, efisien, dan berkesinambungan.

“Hasil monitoring dan evaluasi Kementerian PAN-RB terhadap SPBE di Kukar setiap tahunnya, masih ditemukan kelemahan integrasi dan interoperabilitas dalam proses implementasi pada unit kerja perangkat daerah,” katanya.

Hal ini berakibat terjadinya pemborosan anggaran pembangunan aplikasi, namun data dan layanan yang dihasilkan masih sektoral unit kerja saja. Mobile team Diskominfo Kukar inilah yang nantinya menjadi tim task force atau help desk yang menyediakan layanan pendampingan, konsultasi, serta penyelesaian masalah perangkat daerah.

Dafip menyebutkan, ada 3 target perubahan dengan adanya inovasi ini. Jangka pendek, mewujudkan fasilitas, integrasi dan interopabilitas proses bisnis dan antar sistem layanan elektronik OPD. Sementara jangka menengah, tercapainya dan terpenuhinya nilai indeks SPBE yang berkualitas.

BACA JUGA :  Rayakan Ultah ke-104, Desa Selerong Gelar Acara Pelas Banua 

Sedangkan untuk jangka panjangnya, bisa melahirkan tata kelola pemerintahan yang baik serta layanan publik yang berkualitas dan terpercaya. “Kita wujudkan bersama transformasi digital di Kukar tanpa ada yang tertinggal,” tutupnya. (adv/afi)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
16.4k Pengikut
Mengikuti
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img